5 Cara Mendampingi Orang Sakaratul Maut Sesuai Tuntunan Islam

oleh -25 Dilihat
Saat Keluarga Menghadapi Sakaratul Maut, Ini yang Dianjurkan dalam Islam. (Foto: iStock/svetikd)

SILTV.COM – Mendampingi orang yang sedang mengalami sakaratul maut menjadi salah satu momen yang penuh haru bagi keluarga. Dalam kondisi tersebut, keluarga dianjurkan untuk tetap tenang dan memberikan pendampingan dengan cara yang baik sesuai tuntunan Islam.

Sakaratul maut merupakan kondisi ketika seseorang menghadapi detik-detik terakhir kehidupannya. Pada saat seperti ini, keluarga dapat membantu dengan memberikan ketenangan, mengingatkan kepada Allah SWT, serta memperbanyak doa.

Lantas, bagaimana cara menuntun orang yang sedang sakaratul maut menurut Islam?

1. Menuntun Mengucapkan Kalimat Tauhid

Salah satu hal yang dianjurkan ketika mendampingi orang yang sedang menghadapi sakaratul maut adalah menuntunnya mengucapkan kalimat tauhid:

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ

Lā ilāha illallāh.

Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah.”

Anjuran tersebut berdasarkan sabda Rasulullah SAW:

“Tuntunlah orang yang akan meninggal di antara kalian untuk mengucapkan: lā ilāha illallāh.” (HR. Muslim).

Menuntun tidak berarti memaksa. Keluarga cukup mengucapkannya dengan suara lembut di dekat orang yang sedang sakaratul maut agar ia dapat mengikutinya apabila masih memiliki kemampuan untuk berbicara.

2. Membimbing dengan Cara yang Lembut

Orang yang sedang mengalami sakaratul maut dapat berada dalam kondisi sangat lemah dan kesulitan untuk berbicara. Oleh karena itu, keluarga sebaiknya menciptakan suasana yang tenang dan tidak membuat orang tersebut merasa tertekan.

Apabila orang yang dituntun sudah mengucapkan kalimat tauhid, keluarga tidak perlu terus-menerus memintanya mengulang kalimat tersebut.

Berikan kesempatan untuk beristirahat sembari tetap berada di dekatnya. Pendampingan yang tenang dapat membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman.

3. Memperbanyak Doa

Selain menuntun kalimat tauhid, keluarga juga dapat memperbanyak doa untuk orang yang sedang menghadapi sakaratul maut.

Doa dapat berisi permohonan ampunan, rahmat, serta kemudahan dari Allah SWT bagi orang yang sedang menghadapi akhir kehidupannya.

Keluarga juga dapat berdzikir atau membaca Al-Qur’an dengan suara yang lembut selama hal tersebut tidak mengganggu atau membebani orang yang sedang sakit.

4. Tidak Memaksakan Hal yang Berat

Kondisi fisik setiap orang yang sedang menghadapi sakaratul maut tentu berbeda. Karena itu, keluarga sebaiknya tidak memaksakan orang tersebut untuk berbicara, duduk, atau melakukan aktivitas tertentu apabila kondisinya tidak memungkinkan.

Pendampingan dapat dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan orang yang sedang sakit.

Hal yang paling penting adalah menjaga suasana tetap nyaman, memberikan dukungan, dan membantu mengingat Allah SWT sesuai dengan kemampuannya.

5. Tetap Tenang Saat Mendampingi

Sakaratul maut merupakan bagian dari perjalanan kehidupan manusia. Karena itu, keluarga yang mendampingi perlu berusaha menjaga ketenangan meskipun suasana emosional.

Menangis merupakan hal yang manusiawi, tetapi keluarga tetap dapat berusaha agar suasana di sekitar orang yang sedang menghadapi sakaratul maut tidak menjadi terlalu ramai atau membuatnya semakin tidak nyaman.

Kehadiran keluarga pada saat-saat tersebut dapat menjadi bentuk kasih sayang dan dukungan terakhir bagi orang yang sedang menghadapi akhir kehidupannya.

Pada akhirnya, menuntun orang yang sedang sakaratul maut bukan hanya mengenai membantu mengucapkan kalimat tauhid. Pendampingan juga merupakan bentuk kepedulian dengan menghadirkan ketenangan, doa, dan kasih sayang.

Dengan pendampingan yang lembut dan tidak memaksa, keluarga dapat membantu orang yang sedang menghadapi sakaratul maut untuk tetap mengingat Allah SWT sesuai dengan kemampuan dan kondisinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.