Susi Pudjiastuti Soroti Karhutla Kalimantan, Minta Penyebab Kebakaran Tak Selalu Dikaitkan dengan El Nino

oleh -34 Dilihat
oleh
Susi Pudjiastuti Tegas soal Karhutla Kalimantan: “Stop Narasi karena El Nino!”. (Foto Dokumen: Susi Pudjiastuti)

SILTV.COM – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti, angkat bicara mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan.

Memasuki musim kemarau pada Agustus 2026, persoalan karhutla kembali menjadi perhatian publik. Sejumlah daerah dilaporkan menghadapi kebakaran lahan yang memicu munculnya kabut asap. Kondisi tersebut turut menimbulkan pertanyaan mengenai faktor yang menyebabkan kebakaran terus berulang dari tahun ke tahun.

Ribuan titik panas juga terpantau di berbagai kawasan Kalimantan. Selain mengancam lingkungan, kebakaran lahan dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan memperburuk kualitas udara di wilayah terdampak.

Persoalan tersebut kemudian mendapat sorotan dari Susi Pudjiastuti. Melalui akun pribadinya di media sosial X, Susi meminta agar masyarakat tidak hanya menjadikan fenomena El Nino sebagai penjelasan atas terjadinya karhutla.

“Stop narasi Karhutla di Kalimantan karena El Nino!!!” tulis Susi, dikutip pada Selasa (25/8/2026).

Karhutla kembali terjadi saat musim kemarau

Kebakaran hutan dan lahan menjadi persoalan yang kerap muncul ketika kondisi cuaca memasuki periode kering. Vegetasi yang lebih mudah terbakar dan minimnya curah hujan dapat membuat api lebih cepat menyebar.

Namun, faktor cuaca bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan.

Dilansir dari BBC, ribuan titik kebakaran dilaporkan muncul di Pulau Kalimantan sepanjang Agustus 2026. Fenomena El Nino disebut dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran karena kondisi yang lebih panas dan kering.

Meski demikian, melihat sejarah kebakaran di Kalimantan menunjukkan bahwa persoalan karhutla memiliki latar belakang yang jauh lebih kompleks.

Jejak pembangunan dan perubahan kawasan hutan

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perkembangan karhutla di Kalimantan juga berkaitan dengan perubahan tata guna lahan serta kebijakan pembangunan ekonomi yang berlangsung selama beberapa dekade.

Persoalan tersebut tidak dapat dilepaskan dari kebijakan eksploitasi sumber daya alam yang berkembang sejak masa Orde Baru.

Pada awal dekade 1980-an, ketika penerimaan negara dari sektor minyak dan gas bumi mengalami penurunan, pemerintah mulai mendorong sumber-sumber pertumbuhan ekonomi lainnya.

Hutan Indonesia kemudian menjadi salah satu sektor yang dimanfaatkan untuk menopang perekonomian nasional. Kalimantan sebagai salah satu wilayah dengan kawasan hutan luas ikut mengalami perubahan besar.

Kawasan hutan tropis mulai dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan ekonomi, mulai dari konsesi kayu, industri pulp dan kertas, hingga pengembangan perkebunan kelapa sawit.

Pemberian izin pemanfaatan lahan dalam skala besar kemudian mengubah sebagian bentang alam dan kondisi ekosistem di Kalimantan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.