BKSDA Sumsel Pasang Perangkap untuk Tangkap Beruang yang Resahkan Warga Lubuklinggau

oleh -37 Dilihat
BKSDA Pasang Perangkap, Beruang Madu Masih Berkeliaran Dekat Rumah Warga

SILTV.COM – Warga Kelurahan Lubuk Binjai, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, masih dibuat waspada dengan kemunculan beruang madu di sekitar permukiman. Hingga Selasa, 8 September 2026, satwa liar tersebut belum berhasil ditangkap meski Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan telah memasang perangkap.

Perangkap besi dipasang bersama pemerintah kelurahan pada Sabtu, 5 September 2026, setelah masyarakat kembali melaporkan keberadaan beruang di kawasan yang tidak jauh dari rumah warga.

Lurah Lubuk Binjai, Mustaqim, mengatakan petugas BKSDA turun langsung ke lokasi dan didampingi pihak kelurahan untuk menentukan titik pemasangan perangkap.

“BKSDA sudah datang Sabtu kemarin, kami dampingi ke lokasi. Kemudian kami dan pihak BKSDA sudah memasang perangkap,” kata Mustaqim, Selasa (8/9/2026).

Perangkap Dipantau Selama Satu Bulan

Setelah dipasang, perangkap tersebut akan dipantau secara berkala. BKSDA juga meminta warga memperhatikan kondisi umpan yang ditempatkan di dalam perangkap.

Jika makanan yang digunakan sebagai umpan sudah habis, warga diminta menggantinya dengan buah nangka yang masih baru.

Menurut Mustaqim, pemantauan perangkap direncanakan berlangsung selama satu bulan. Apabila selama periode tersebut tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan beruang, satwa tersebut diperkirakan telah meninggalkan kawasan permukiman.

“Kalau makanan di perangkap itu habis disuruh ganti dengan buah nangka yang baru. Perangkap itu nanti bakal dipantau selama satu bulan,” jelasnya.

Anak Beruang Kembali Terlihat

Meski perangkap telah terpasang, belum ada tanda-tanda beruang masuk ke dalamnya. Namun, laporan dari warga mengenai kemunculan satwa tersebut masih diterima.

Terbaru, masyarakat mengaku melihat seekor anak beruang di sekitar kawasan tersebut. Satwa yang terlihat itu disebut masih berukuran kecil dan belum masuk ke perangkap yang telah disediakan.

Mustaqim mengatakan berdasarkan pengamatan sementara, anak beruang tersebut diduga merupakan jenis beruang madu.

“Anak beruang itu satu ekor, masih kecil. Sepertinya jenis beruang madu,” ungkapnya.

BKSDA Sumsel sebelumnya juga telah memastikan satwa yang berkeliaran di sekitar permukiman warga tersebut merupakan beruang madu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.