SILTV.COM – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru turun langsung meninjau antrean kendaraan yang mengular di SPBU Kebun Bunga, Palembang, Selasa (15/9/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan secara spontan setelah Herman Deru melihat panjangnya antrean kendaraan di sekitar Jalan Simpang Bandara hingga Jalan Noerdin Pandji ketika hendak beraktivitas, dalam sidak yang dibagikan oleh akun instagram @pemprov_sumateraselatan.
Melihat kondisi tersebut, Herman Deru langsung turun dari kendaraannya dan mengecek situasi di sekitar SPBU. Ia ingin mengetahui penyebab antrean panjang kendaraan yang hendak mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Dalam kesempatan itu, Herman Deru juga berdialog dengan sejumlah sopir truk yang tengah mengantre. Para sopir mengaku sudah menunggu untuk mendapatkan BBM jenis solar sejak pukul 11 malam.
Bahkan, rata-rata waktu yang harus mereka habiskan untuk mengantre mencapai sekitar 10 jam.
Herman Deru kemudian meminta penjelasan kepada petugas SPBU mengenai penyebab keterlambatan pasokan BBM yang membuat antrean kendaraan meluber hingga ke ruas jalan.
“Ini telat kirim? Kenapa solar antre sampai Jalan Kebun Sayur (Noerdin Pandji) tadi?” tanya Herman Deru kepada petugas SPBU.
Namun, petugas SPBU belum dapat memberikan penjelasan secara pasti mengenai penyebab keterlambatan pengiriman BBM tersebut.
Untuk mempercepat penanganan, Herman Deru kemudian menghubungi Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga, Ayub Ritto.
Dalam komunikasi tersebut, Herman Deru meminta agar pasokan BBM, terutama solar dan Pertalite, segera dikirim ke SPBU. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurai antrean kendaraan sekaligus mencegah antrean kembali menjalar ke ruas jalan.
Herman Deru mengaku kecewa karena persoalan antrean BBM sebelumnya sempat berhasil diatasi. Namun, kondisi serupa kembali terjadi dan membuat masyarakat, terutama para sopir kendaraan angkutan, harus menunggu berjam-jam.
“Ini jam 7 malam sudah habis, kemarin sudah sempat bagus, dinormalkan lagi, Pak Ayub. Tolong, kasihan orang antre sampai 10 jam,” ujar Herman Deru saat menghubungi Ayub Ritto.
“Pertalite ini gimana, belum datang. Ada GPS nya kan? Ketahuan kan dia sampai mana, coba lihat sudah sampai mana pasokannya sekarang,” kata Herman Deru kepada petugas SPBU.
Ia menekankan pentingnya kelancaran distribusi BBM bersubsidi agar masyarakat tidak dirugikan akibat antrean panjang di SPBU.
Pemprov Sumsel berharap koordinasi bersama pihak Pertamina dapat segera menghasilkan solusi. Dengan demikian, ketersediaan BBM di SPBU, khususnya solar dan Pertalite, dapat kembali normal dan antrean panjang tidak kembali terjadi.
Kondisi antrean tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi SPBU.





