Truk 36 Ton Bikin Jembatan Musi Rawas Rusak, Pemilik Akui Salah dan Siap Bertanggung Jawab

oleh -80 Dilihat
Akui Sengaja Lewati Jembatan Musi Rawas, Pemilik Truk 36 Ton Siap Bertanggung Jawab

SILTV.COM – Pemilik truk tronton yang mengangkut excavator hingga menyebabkan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, mengalami kerusakan akhirnya angkat bicara.

Pemilik kendaraan bernama Fauzi mengakui dirinya sengaja melintasi jembatan tersebut meski mengetahui adanya batas maksimal tonase. Ia menyebut keputusan itu diambil karena ingin memangkas jarak perjalanan menuju SP-6, Desa Marga Puspita, Kecamatan Megang Sakti.

Saat kejadian, Fauzi mengemudikan truk tronton yang membawa excavator PC200 dengan total bobot sekitar 36 ton.

Fauzi mengatakan, kendaraan tersebut berangkat dari kawasan SP-2 menuju SP-6. Saat itu kondisi sudah malam dan ia memilih melewati Jembatan Perintis Garuda Merah Putih karena jalur tersebut dinilai lebih dekat.

“Tujuannya mau ke SP-6. Karena dalam keadaan malam dan melihat dengan melewati jembatan ini bisa memangkas jarak yang cukup cepat, maka saya melewati jembatan itu,” kata Fauzi, Minggu (27/9/2026).

Fauzi juga mengakui sebenarnya telah mengetahui adanya rambu pembatasan berat kendaraan di jembatan tersebut.

Namun, karena ingin segera tiba di lokasi tujuan dan mempertimbangkan jarak yang lebih pendek, ia tetap memutuskan untuk melintas.

“Sebenarnya sudah tahu kalau jembatan ini batas maksimalnya hanya 13 ton, tapi karena jaraknya lebih dekat kalau lewat sini, jadi terpaksa harus lewat jembatan ini,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, Fauzi menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat sekitar maupun pihak TNI.

Ia juga menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi akibat kendaraan yang dibawanya melintasi jembatan dengan beban jauh di atas kapasitas.

“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada para warga terutama pihak TNI. Karena kelalaian saya jembatan tersebut rusak. Maka dari itu saya siap bertanggung jawab atas aksi saya,” ucapnya.

Kodim Langsung Lakukan Perbaikan

Sementara itu, Dandim 0406/Lubuklinggau Letkol Inf Danny Steven Surbakti mengatakan pihaknya langsung mengambil langkah perbaikan setelah mengetahui kondisi jembatan.

Menurutnya, perbaikan dilakukan dengan cepat karena jembatan tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

“Kondisi dari kemarin sampai hari ini (27/9/2026), Koramil dan Kodim langsung bergerak cepat melakukan perbaikan. Karena warga di sekitar meminta kita agar segera diperbaiki karena fungsi dari jembatan tersebut sangat krusial bagi kehidupan masyarakat lokal sehari-hari,” kata Danny.

Ia menjelaskan, pengerjaan konstruksi dipercepat agar akses masyarakat dapat kembali normal.

“Progres kita dalam melakukan perbaikan konstruksi jembatan kita percepat agar kembali beroperasi. Jembatan itu harus segera direalisasikan dan dalam dua hari ini perbaikan sedang kita laksanakan agar segera bisa digunakan lagi,” jelasnya.

Danny menyebut kerusakan struktur jembatan terjadi karena kendaraan yang melintas membawa muatan melebihi kapasitas yang telah ditentukan.

Ia menyebut batas maksimal beban jembatan berada di kisaran 12 ton, sedangkan truk yang melintas membawa excavator memiliki bobot sekitar 36 ton.

“Rusak karena kelebihan tonase, padahal plang batas berat sudah kita pasang. Dia (Fauzi) mengakui saat itu terburu-buru untuk ke SP-6 sehingga tidak melihat rambu sehingga melewati jembatan tersebut. Sedangkan jembatan itu batas maksimalnya 12 ton sehingga mengalami kerusakan struktur,” jelas Danny.

Danny kemudian mengingatkan masyarakat maupun pengendara yang menggunakan fasilitas umum agar mematuhi seluruh rambu dan ketentuan yang telah dipasang.

“Kepada para warga mari kita bijak dalam menggunakan fasilitas umum dan kita jaga terus sehingga tidak merugikan orang lain,” tuturnya.

Jembatan Baru 1,5 Bulan Sudah Rusak

Sebelumnya, Jembatan Perintis Garuda Merah Putih yang berada di Desa Campursari, Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas, mengalami kerusakan struktur setelah dilintasi truk tronton pengangkut excavator.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Truk tronton milik Fauzi saat itu membawa excavator PC200 dengan total tonase sekitar 36 ton.

Padahal, jembatan tersebut memiliki batas kemampuan beban sekitar 12 ton. Beban kendaraan yang mencapai tiga kali lipat dari kapasitas tersebut kemudian menyebabkan bagian struktur jembatan mengalami keretakan.

Akibat kerusakan itu, jembatan terpaksa ditutup sementara untuk mencegah risiko bagi masyarakat yang melintas.

Jembatan Perintis Garuda Merah Putih tersebut diketahui baru diresmikan pada 12 Agustus 2026, atau sekitar satu setengah bulan sebelum mengalami kerusakan.

Saat ini, proses perbaikan terus dilakukan oleh jajaran Koramil dan Kodim 0406/Lubuklinggau agar akses jembatan dapat kembali digunakan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.