Sebagai bentuk antisipasi, otoritas kesehatan menganjurkan konsumsi buah dan sayur yang menyegarkan seperti semangka dan mentimun, serta hidangan berprotein tinggi. Di antara menu yang direkomendasikan, sup daging anjing yang dikenal dengan sebutan dangogi guk menjadi sorotan utama karena dianggap sebagai ramuan kesehatan tradisional untuk memulihkan stamina.
Kontras Kebijakan Antara Utara dan Selatan
Meskipun dipromosikan secara aktif oleh rezim Pyongyang sebagai simbol kuliner lokal melalui festival memasak hingga pembukaan restoran khusus, dangogi tetap menjadi makanan mewah yang relatif sulit dijangkau oleh mayoritas rakyat biasa karena harganya yang mahal.
Langkah yang diambil Korut ini sangat bertolak belakang dengan tetangganya, Korea Selatan (Korsel). Pemerintah Korsel telah meloloskan regulasi tegas yang melarang seluruh rantai industri daging anjing, mulai dari pembiakan, penyembelihan, hingga penjualannya. Hukum di Selatan menetapkan sanksi berat berupa hukuman penjara hingga tiga tahun atau denda finansial yang cukup besar bagi siapa pun yang melanggar ketentuan tersebut.


