SILTV.COM – Di tengah semakin luasnya penggunaan pembayaran digital, uang tunai ternyata masih memiliki tempat tersendiri di masyarakat. Sebagian orang tetap merasa lebih nyaman mengambil uang dari dompet dan menyerahkannya langsung kepada penjual, meskipun tersedia pilihan pembayaran melalui QRIS.
Fenomena tersebut tidak selalu menunjukkan seseorang tidak mengikuti perkembangan teknologi. Dalam sudut pandang psikologi, pilihan menggunakan uang tunai dapat berkaitan dengan cara seseorang merasakan pengeluaran, mengendalikan diri, hingga mengatur keuangan.
Data yang dicantumkan dalam bahan sumber menunjukkan bahwa hingga Semester I 2025, QRIS telah menjangkau 57 juta pengguna dan 39,3 juta merchant di Indonesia. Sebanyak 93,16 persen merchant tersebut merupakan UMKM, dengan total transaksi mencapai 6,05 miliar senilai sekitar Rp579 triliun.
Meski pembayaran digital berkembang pesat, sebagian masyarakat tetap mempertahankan kebiasaan menggunakan uang fisik.
Apa yang Membuat Seseorang Lebih Memilih Uang Tunai?
Salah satu konsep yang dapat menjelaskan kebiasaan tersebut adalah pain of paying, atau rasa tidak nyaman ketika harus mengeluarkan uang.
Ketika seseorang membayar menggunakan uang tunai, jumlah uang yang dimiliki secara fisik terlihat berkurang. Kondisi ini dapat membuat pengeluaran terasa lebih nyata dibandingkan ketika seseorang hanya menekan tombol pembayaran melalui perangkat digital.
Pertukaran uang secara langsung juga dapat menjadi pengingat bahwa seseorang sedang mengeluarkan sejumlah dana. Karena itu, bagi sebagian orang, uang tunai justru membantu menahan keinginan berbelanja secara berlebihan.
Ciri Orang yang Lebih Suka Bayar Cash
Ada beberapa kecenderungan psikologis yang dapat terlihat pada orang yang lebih nyaman menggunakan uang tunai.
1. Lebih Berhati-hati dalam Mengeluarkan Uang
Orang yang memilih pembayaran tunai cenderung lebih merasakan proses ketika uang berpindah tangan. Sensasi tersebut dapat membuat seseorang berpikir kembali sebelum membeli sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan.
Dengan kata lain, uang tunai dapat menjadi semacam “rem” ketika muncul keinginan berbelanja secara spontan.
2. Memiliki Kesadaran Finansial yang Tinggi
Uang fisik membuat seseorang lebih mudah melihat jumlah yang masih tersisa. Ketika lembaran rupiah mulai berkurang, kondisi keuangan terasa secara langsung.
Bahan sumber juga menyebut penelitian University of Surrey yang dilansir ScienceDaily mengenai rasa kepemilikan psikologis terhadap uang tunai. Perasaan memiliki tersebut dapat membuat seseorang lebih sadar terhadap penggunaan uangnya.
3. Lebih Menyukai Sesuatu yang Konkret
Sebagian orang merasa lebih nyaman dengan sesuatu yang dapat dilihat dan disentuh. Uang tunai memberikan gambaran nyata mengenai berapa banyak uang yang dimiliki dan berapa yang sudah dikeluarkan.
Berbeda dengan saldo digital yang hanya ditampilkan berupa angka di layar, uang kertas dan koin dapat dihitung secara langsung. Bagi orang tertentu, kondisi ini memberikan rasa kendali yang lebih besar terhadap keuangan.
4. Mempertimbangkan Privasi Transaksi
Privasi juga dapat menjadi salah satu alasan seseorang memilih pembayaran tunai.
Transaksi tunai tidak menghasilkan catatan digital seperti pembayaran melalui layanan elektronik. Bahan sumber menyebut bahwa dalam kondisi tertentu, konsumen dapat memilih metode pembayaran yang lebih sulit dilacak karena alasan privasi.
Namun, tidak semua pengguna uang tunai melakukannya demi privasi. Kebiasaan, kenyamanan, serta tingkat kepercayaan terhadap keamanan sistem pembayaran digital juga dapat memengaruhi pilihan tersebut.
5. Sudah Terbiasa Menggunakan Uang Fisik
Kebiasaan yang terbentuk dalam waktu lama juga berpengaruh. Seseorang yang sejak dulu terbiasa membawa uang tunai bisa saja merasa pembayaran langsung lebih sederhana daripada membuka aplikasi, memilih menu pembayaran, lalu melakukan pemindaian QRIS.
Dalam bahan sumber juga disebutkan bahwa ketergantungan terhadap uang tunai dapat dipengaruhi oleh kebiasaan dan rendahnya kepercayaan terhadap keamanan digital.
6. Menyukai Interaksi Langsung
Pembayaran tunai juga memberikan kesempatan terjadinya interaksi secara langsung antara pembeli dan penjual.
Bagi sebagian orang, menyerahkan uang, menerima kembalian, melakukan kontak mata, hingga berbincang sebentar dengan penjual merupakan bagian menyenangkan dari aktivitas bertransaksi.







