Herman Deru Soroti Peredaran Narkoba, Minta Keluarga Jadi Benteng Pertama

oleh -41 Dilihat
oleh
BNNP Sumsel Musnahkan 45,5 Kg Sabu, Herman Deru Serukan Penguatan Benteng Keluarga. (Foto: Dok. Humas Pemprov Sumsel)

Herman Deru Dorong MUI Perkuat Sosialisasi

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru juga mengapresiasi BNNP Sumsel yang telah membangun kerja sama dengan berbagai pihak dalam upaya pemberantasan narkoba.

Ia berharap sinergi tersebut terus diperluas, termasuk dengan organisasi keagamaan.

Khusus kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, Herman Deru mendorong agar edukasi mengenai bahaya narkoba semakin diperkuat dalam program kerja organisasi.

“Kalau boleh menambah bidang, adalah bidang khusus dalam sosialisasi. Ini penting untuk memperkuat peran tokoh agama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” pungkasnya.

BNNP Sumsel Ungkap Puluhan Kilogram Sabu

Sementara itu, Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol. Hisar Siallagan mengatakan pemusnahan barang bukti tersebut merupakan bagian dari upaya pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Ia menyebut Sumsel masih menghadapi tantangan dalam persoalan narkotika. Berdasarkan survei enam tahun lalu, Sumsel tercatat memiliki prevalensi penyalahgunaan narkoba yang cukup tinggi secara nasional.

Dari sisi penindakan, BNNP Sumsel pada 2025 berhasil mengungkap dan menyita sekitar 29 kilogram sabu dan 20 ribu butir ekstasi.

Sementara hingga 2026, jumlah sabu yang berhasil diungkap telah mencapai sekitar 65 kilogram, selain berbagai jenis barang bukti narkotika lainnya.

Hisar menegaskan, keberhasilan pemberantasan tidak hanya dilihat dari jumlah narkotika yang berhasil diamankan. Hal yang lebih penting adalah terbongkarnya jaringan peredaran gelap narkoba.

BNNP Sumsel menggunakan data intelijen, informasi masyarakat serta analisis jaringan untuk mendalami kasus dan menindak para pelaku sesuai ketentuan hukum.

Menurutnya, setiap kilogram narkotika yang berhasil disita memiliki arti penting karena dapat mencegah barang tersebut beredar dan dikonsumsi masyarakat, khususnya generasi muda.

Ia juga menyebut pemberantasan narkoba membutuhkan proses panjang karena para pelaku terus mengembangkan cara untuk menghindari penindakan. BNNP Sumsel bersama aparat penegak hukum terus melakukan pendalaman terhadap jaringan serta aliran dana.

“Kita tidak akan berhenti. Para bandar dan jaringan narkoba, cepat atau lambat, akan terus kami kejar dan proses sesuai hukum,” tegas Hisar.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah perwakilan unsur Forkopimda Sumsel, di antaranya Ketua DPRD Sumsel yang diwakili Ketua II H. Nopianti, S.Sos., M.N., Kapolda Sumsel yang diwakili Wadir Resnarkoba Polda Sumsel AKBP God Parlasro Sinaga, S.H., S.I.K., M.H., serta perwakilan Kejati Sumsel dan Pengadilan Tinggi Palembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.