Polda Sumsel Gandeng 85 Peserta Didik Sespim, Edukasi Karhutla Diperkuat

oleh -33 Dilihat
Tak Hanya Padamkan Api, Polda Sumsel Gandeng 85 Serdik untuk Cegah Karhutla. (Foto: Polda Sumsel)

SILTV.COM – Polda Sumatera Selatan terus memperkuat upaya menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan melibatkan peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lemdiklat Polri.

Sebanyak 85 peserta didik mengikuti kegiatan Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) dan Kuliah Kerja Profesi (KKP) untuk mempelajari secara langsung berbagai langkah penanganan Karhutla di wilayah Sumatera Selatan.

Puluhan peserta tersebut terdiri dari 13 Serdik Sespimti Polri Dikreg ke-36, 64 Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67, serta delapan Serdik SPPK.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran peserta didik, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat, pencegahan kebakaran, pemantauan titik panas, hingga evaluasi penanganan Karhutla di lapangan.

Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., mengatakan penanggulangan Karhutla harus dilakukan secara terpadu dan tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan.

Menurutnya, penanganan Karhutla mencakup sejumlah tahapan, mulai dari edukasi kepada masyarakat, pencegahan, verifikasi hotspot, pemadaman, penegakan hukum, sampai pemulihan atau rehabilitasi lahan.

“Penanganan Karhutla tidak cukup hanya pada saat pemadaman. Ada langkah preemtif, preventif, penegakan hukum, hingga rehabilitasi. Semua menjadi satu rangkaian yang tidak terpisahkan,” kata Sandi dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9/2026).

Ratusan Hotspot Diverifikasi

Polda Sumsel juga terus melakukan pemantauan terhadap titik panas yang terdeteksi di sejumlah wilayah.

Setiap hotspot yang muncul dilakukan verifikasi untuk memastikan apakah benar terdapat kebakaran di lokasi tersebut. Proses pengecekan dilakukan dengan memanfaatkan berbagai sarana, mulai dari helikopter, drone, hingga pengerahan personel di darat.

Pada 8 September 2026, tercatat sebanyak 369 hotspot yang terpantau. Setelah dilakukan verifikasi, ditemukan 31 titik api dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 214,6 hektare.

Dari luasan tersebut, sebanyak 192,5 hektare dilaporkan telah berhasil dipadamkan.

Sandi mengatakan kepolisian juga terus mencari metode yang dapat meningkatkan efektivitas pemadaman di lapangan.

Salah satunya melalui penggunaan formula khusus yang ditujukan untuk meningkatkan efektivitas air saat proses pemadaman. Selain itu, petugas tetap melakukan pengecekan serta pendinginan hingga malam hari untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

Serdik Jadi Bagian dari Satgas Edukasi

Dalam pelaksanaan PKDN dan KKP tersebut, para peserta didik Sespim tidak hanya mengamati proses penanganan Karhutla.

Mereka juga diberikan peran sebagai Satgas Edukasi Polri yang bertugas membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya, dampak, serta cara mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Para Serdik juga mempelajari berbagai persoalan yang ditemukan selama penanganan Karhutla. Dari pembelajaran tersebut, mereka diharapkan mampu merumuskan gagasan, solusi, maupun praktik yang bisa diterapkan di daerah lain.

Kapolda Sumsel berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat dua arah. Para peserta didik memperoleh pengalaman langsung di lapangan, sedangkan Polda Sumsel mendapatkan tambahan perspektif serta rekomendasi untuk meningkatkan strategi penanganan Karhutla.

“Kami berharap para peserta didik dapat memberikan masukan, saran, maupun inovasi yang konstruktif agar penanganan Karhutla dapat semakin efektif dan maksimal,” ujarnya.

Kolaborasi untuk Lindungi Masyarakat dan Lingkungan

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa kolaborasi antara Polda Sumsel dan peserta didik Sespim memberikan manfaat bagi kedua pihak.

Menurutnya, keterlibatan para Serdik dapat memperkuat kegiatan edukasi kepada masyarakat sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan terkait strategi pencegahan dan penanganan Karhutla.

Di sisi lain, peserta didik memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana aparat menghadapi persoalan Karhutla, mulai dari pemantauan hingga proses pemadaman dan penanganan pascakebakaran.

“Para Serdik mendapatkan pembelajaran langsung mengenai penanganan Karhutla, sementara Polda Sumsel memperoleh tambahan kekuatan dalam edukasi masyarakat serta pemikiran dan rekomendasi untuk memperkuat pencegahan dan penanganan di lapangan,” kata Nandang.

Melalui sinergi tersebut, Polda Sumsel berharap upaya menghadapi Karhutla dapat semakin komprehensif. Tidak hanya mengandalkan operasi pemadaman ketika api sudah muncul, tetapi juga mengedepankan pencegahan, peningkatan kesadaran masyarakat, inovasi teknologi, penegakan hukum, serta pemulihan lingkungan.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menekan risiko Karhutla sekaligus melindungi masyarakat, kawasan hutan, lahan, dan lingkungan di Sumatera Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.