Mayoritas Pengunduran Diri Berasal dari ASN Muda
Salah satu data yang patut mendapat perhatian adalah tingginya proporsi ASN yang masih berada pada tahap awal karier.
Dalam data yang dibahas, sekitar 58 persen ASN yang mengundurkan diri memiliki masa kerja kurang dari lima tahun.
Angka tersebut menjadi penting karena pegawai pada masa awal karier seharusnya menjadi kelompok yang memiliki energi, gagasan baru, dan semangat untuk mendorong perubahan dalam birokrasi.
Jika pegawai muda yang memiliki potensi justru memilih keluar, pemerintah perlu mengevaluasi apakah sistem pengelolaan SDM yang diterapkan sudah mampu menjawab kebutuhan generasi pekerja saat ini.
Gaji Bukan Satu-Satunya Faktor
Persoalan retensi ASN tidak semata-mata berkaitan dengan besaran penghasilan.
Generasi pekerja saat ini semakin memperhatikan berbagai aspek lain, seperti kesempatan mengembangkan karier, lingkungan kerja yang sehat, penghargaan terhadap kinerja, keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta kepastian sistem karier berdasarkan kompetensi.
Budaya kerja yang terlalu hierarkis, praktik patronase, maupun hubungan kedekatan dalam pengembangan karier dapat menurunkan kepercayaan pegawai terhadap organisasi.
Karena itu, narasi mengenai pengabdian kepada negara tetap penting, tetapi tidak cukup jika berdiri sendiri sebagai sumber motivasi bagi pegawai.
ASN juga membutuhkan lingkungan yang memungkinkan mereka berkembang secara profesional dan memperoleh penghargaan yang sesuai dengan kontribusinya.





