Sering Posting Doa di Medsos? Waspadai Riya Tanpa Disadari

oleh -104 Dilihat
oleh
Jangan Salah Niat, Ini Batasan Berdoa di Media Sosial Menurut Islam

SILTV.COM – Di tengah maraknya penggunaan media sosial, berbagai bentuk ekspresi keagamaan kini mudah ditemukan di beranda. Salah satunya adalah unggahan berupa doa, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.

Tidak sedikit orang menuliskan harapan dan doa melalui Instagram Story, Facebook, maupun caption foto. Ada pula yang mengunggah permohonan agar warganet turut mendoakan keluarga, teman, atau seseorang yang sedang menghadapi sakit dan musibah.

Sekilas, kebiasaan tersebut dapat dipandang sebagai bentuk kepedulian dan ekspresi keimanan. Namun, muncul satu pertanyaan yang menarik untuk direnungkan: apakah doa yang dibagikan kepada publik tetap memiliki keikhlasan yang sama seperti doa yang dipanjatkan secara pribadi?

Dalam Islam, persoalan tersebut tidak dapat langsung dijawab dengan menyatakan bahwa setiap doa yang diunggah ke media sosial adalah salah. Sebaliknya, hal itu perlu dilihat dari niat, tujuan, cara penyampaian, serta dampak yang ditimbulkan.

Islam Menganjurkan Doa dengan Rendah Hati

Doa merupakan salah satu bentuk ibadah dan komunikasi seorang hamba kepada Allah SWT. Karena itu, seorang Muslim dianjurkan memanjatkannya dengan penuh kerendahan hati dan tidak menjadikan ibadah sebagai sarana mencari perhatian manusia.

Allah SWT berfirman:

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Artinya:

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
(QS. Al-A’raf: 55)

Dalam ayat tersebut terdapat kata khufyah yang memiliki makna secara tersembunyi atau tidak dilakukan dengan suara keras. Hal ini menjadi pengingat bahwa doa pada dasarnya sangat dekat dengan suasana pribadi antara seorang hamba dan Allah SWT.

Meski demikian, ayat tersebut tidak serta-merta berarti setiap doa yang diketahui orang lain menjadi terlarang. Ada kondisi tertentu ketika menyampaikan doa kepada orang lain justru memiliki tujuan yang baik.

Berdoa di Media Sosial Tidak Otomatis Haram

Mengunggah doa ke media sosial tidak dapat langsung dikategorikan sebagai perbuatan haram. Salah satu hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah niat di balik unggahan tersebut.

Misalnya, seseorang membagikan kabar bahwa keluarganya sedang sakit kemudian meminta teman-temannya ikut mendoakan. Dalam kondisi seperti ini, unggahan tersebut dapat menjadi sarana untuk mengajak orang lain melakukan kebaikan.

Begitu pula ketika seseorang membagikan doa yang bersumber dari ajaran Rasulullah SAW dengan tujuan agar lebih banyak orang mengetahui dan mengamalkannya. Konten semacam ini memiliki nilai edukasi dan dapat memberikan manfaat kepada orang lain.

Meminta doa dari orang lain juga tidak selalu berarti mencari perhatian. Selama dilakukan dengan sewajarnya, rendah hati, dan bukan untuk membangun citra religius di hadapan publik, hal tersebut masih memiliki tujuan yang baik.

Dengan kata lain, yang perlu diperiksa bukan sekadar apakah doa tersebut diposting atau tidak, tetapi untuk apa doa tersebut dibagikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.