11 Hotspot Terdeteksi di Sumatera Selatan
Di sisi lain, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan masih terdapat sejumlah titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera Selatan.
Berdasarkan pemantauan terbaru, tercatat 11 titik api yang menjadi perhatian dalam upaya pengendalian karhutla.
Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, pemerintah memperkuat personel satgas darat sekaligus menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Suharyanto menjelaskan, penanganan kebakaran dilakukan dengan menggabungkan sejumlah metode, termasuk pemadaman melalui udara menggunakan pesawat water bombing serta pengerahan pasukan di darat.
Dari data penanganan yang disampaikan, sekitar 2,5 hektare lahan telah ditangani melalui operasi water bombing. Sementara itu, area yang lebih luas, yakni sekitar 12,5 hektare, ditangani oleh satgas darat.
“Artinya memang satgas darat ini menjadi kekuatan utama memadamkan kebakaran hutan dan lahan,” ujar Suharyanto.
Penguatan pasukan di lapangan diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api menjalar ke kawasan lain.
Pemerintah juga terus mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam upaya pencegahan. Langkah tersebut dinilai penting mengingat pengendalian karhutla membutuhkan kerja sama antara pemerintah, petugas, dunia usaha, media, serta masyarakat.
Dengan dibukanya kesempatan bagi masyarakat untuk bergabung dalam satgas darat, pemerintah berharap penanganan karhutla di Sumatera Selatan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, terutama ketika terjadi kebakaran di lokasi yang membutuhkan penanganan langsung dari personel di lapangan.





