Waspada! 7 Daerah di Sumsel Berstatus Awas Kekeringan, Hujan Baru Diprediksi November

oleh -21 Dilihat
oleh
Kemarau Makin Panjang, 7 Wilayah Sumsel Masuk Zona Awas Kekeringan. (Foto: Pixabay/giorgos7850)

SILTV.COM – Tujuh wilayah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kini masuk dalam status awas kekeringan meteorologis. Kondisi tersebut terjadi ketika Sumsel masih menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada September 2026.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sumsel, Nandang Pangaribowo, mengatakan tujuh wilayah yang berada dalam kategori awas meliputi Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Banyuasin (Muba), Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Muara Enim.

“Saat ini masih puncak musim kemarau September 2026,” ujar Nandang, Senin (14/9/2026).

Menurut Nandang, musim kemarau tahun ini berpotensi berlangsung lebih lama dibandingkan kondisi normal. Selain itu, curah hujan selama periode kemarau diperkirakan berada di bawah rata-rata.

“Musim kemarau diprediksi lebih panjang dari biasanya dan sifat hujan pada musim kemarau tahun 2026 ini diprediksi bawah normal,” jelasnya.

Palembang dan Prabumulih Berstatus Siaga

Selain tujuh daerah yang masuk kategori awas, BMKG juga mencatat Palembang dan Prabumulih berada dalam status siaga kekeringan meteorologis.

Sementara itu, wilayah Musi Rawas, Empat Lawang, Lahat, dan Lubuk Linggau masih berada pada kategori waspada.

Pemetaan tersebut menunjukkan bahwa sebagian wilayah Sumsel tengah menghadapi kondisi yang cukup kering di tengah berlangsungnya periode puncak kemarau.

Nandang menjelaskan, kondisi kekeringan di Sumsel turut dipengaruhi oleh fenomena El Nino. Fenomena iklim tersebut dapat meningkatkan peluang terjadinya kondisi kering di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sumatera Selatan.

Tidak hanya itu, minimnya tutupan awan juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan peluang hujan semakin rendah.

“Tutupan awan minim dan potensi awan yang mengandung curah hujan sangat minim,” ungkap Nandang.

Musim Hujan Diperkirakan Mulai November

BMKG memperkirakan kondisi kemarau di Sumsel masih akan berlangsung hingga beberapa waktu ke depan. Musim hujan diprediksi baru mulai memasuki wilayah Sumsel pada November 2026.

Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak yang dapat muncul akibat kondisi kering berkepanjangan.

BMKG juga mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Aktivitas pembakaran di tengah kondisi kering berpotensi dengan cepat memicu dan memperluas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Masyarakat juga dianjurkan menggunakan air secara bijak dan menghemat persediaan air bersih selama musim kemarau.

Apabila menemukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan karhutla, warga diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan selama cuaca panas dan kering. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi, terutama ketika kondisi udara kurang baik.

“Warga juga diimbau mengurangi kegiatan di luar ruangan karena panas dan polutan meningkat. Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta selalu menjaga kesehatan,” pungkas Nandang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.