Catat! Ini Perkiraan Awal Puasa Ramadhan 2027 dan Tanggal Lebaran

oleh -1 Dilihat
oleh
Awal Puasa 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Jadwal Lengkapnya

SILTV.COM – Bulan Ramadhan 1448 Hijriah memang masih beberapa bulan lagi, tetapi informasi mengenai kapan awal puasa Ramadhan 2027 mulai banyak dicari masyarakat.

Ramadhan merupakan bulan kesembilan dalam kalender Hijriah dan menjadi salah satu bulan yang paling dinantikan umat Islam. Setiap tahun, awal Ramadhan bergeser lebih cepat jika dibandingkan dengan kalender Masehi.

Perbedaan tersebut terjadi karena kalender Hijriah menggunakan siklus peredaran Bulan, sedangkan kalender Masehi didasarkan pada peredaran Bumi mengelilingi Matahari.

Dalam satu tahun, kalender Hijriah memiliki sekitar 354 hari, sementara kalender Masehi berlangsung sekitar 365,25 hari. Selisih tersebut membuat awal Ramadhan bergeser sekitar 10 hingga 11 hari lebih awal setiap tahunnya.

Kapan Awal Ramadhan 2027?

Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) 1448 H yang diterbitkan Muhammadiyah, 1 Ramadhan 1448 H diperkirakan jatuh pada Senin, 8 Februari 2027.

Dengan demikian, malam pertama pelaksanaan salat tarawih diperkirakan berlangsung pada Minggu malam, 7 Februari 2027.

KHGT disusun menggunakan metode hisab atau perhitungan astronomi. Kalender tersebut dibuat dengan tujuan menghadirkan sistem kalender Islam yang dapat digunakan secara global.

Sementara itu, pemerintah Indonesia memiliki mekanisme tersendiri dalam menetapkan awal Ramadhan.

Kementerian Agama biasanya menentukan awal Ramadhan melalui sidang isbat yang digelar menjelang berakhirnya bulan Syaban. Keputusan resmi pemerintah nantinya menjadi acuan bagi masyarakat yang mengikuti penetapan pemerintah.

Prediksi Berdasarkan Data BMKG

Sebelum sidang isbat digelar, gambaran mengenai posisi hilal dapat dilihat melalui data astronomi.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konjungsi atau ijtimak yang menandai awal bulan Ramadhan 1448 H diperkirakan terjadi pada 6 Februari 2027 pukul 22.56.02 WIB.

Pada waktu Matahari terbenam di Indonesia pada 6 Februari 2027, ketinggian hilal diperkirakan masih berada di bawah ufuk, yakni sekitar -4,52 derajat di Jayapura hingga -3,22 derajat di Tua Pejat.

Posisi tersebut belum memenuhi kriteria visibilitas hilal yang digunakan Indonesia.

Indonesia menggunakan kombinasi metode hisab dan rukyatul hilal dengan kriteria imkanur rukyat MABIMS. Salah satu kriterianya adalah tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Karena pada 6 Februari posisi hilal diperkirakan belum memenuhi kriteria tersebut, Syaban berpotensi digenapkan menjadi 30 hari.

Jika perhitungan tersebut sesuai dengan kondisi hilal dan keputusan sidang isbat, maka 1 Ramadhan 1448 H diperkirakan jatuh pada Senin, 8 Februari 2027.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.