Mengapa Manusia Berutang? Perjalanan Panjang Sistem Kredit dan Bank di Dunia

oleh -20 Dilihat
oleh
Mengapa Manusia Berutang? Perjalanan Panjang Sistem Kredit dan Bank di Dunia

SILTV.COM – Hubungan antara manusia dan pinjaman dana bukanlah fenomena baru. Jauh sebelum sistem perbankan modern berdiri dengan gedung-gedung megahnya, aktivitas simpan-pinjam telah menjadi mesin penggerak roda peradaban manusia. Tanpa adanya sistem penyediaan modal ini, berbagai inovasi besar dan pertumbuhan ekonomi dunia mungkin tidak akan pernah terjadi.

Perjalanan kredit usaha terus bertransformasi, mulai dari penggunaan hasil bumi pada masa purba hingga transaksi serba otomatis di era internet. Memahami rekam jejak sejarah ini memberikan gambaran jernih mengenai arah perkembangan sektor keuangan di masa depan.

1. Era Awal Peradaban: Pertanian dan Bunga Berbentuk Ternak (2000 SM)

Jejak terdokumentasi paling awal mengenai praktik pinjam-meminjam ditemukan di wilayah Mesopotamia sekitar 2.000 sebelum Masehi. Pada masa itu, bentuk kredit paling awal dimanfaatkan oleh para petani untuk menjaga kelangsungan hidup dan usaha bercocok tanam mereka.

Modal yang dipinjam bukanlah uang tunai, melainkan biji-bijian atau bibit tanaman. Mekanisme pengembaliannya dilakukan saat masa panen tiba. Mengingat satu benih dapat menghasilkan ratusan bulir baru, peminjaman ini dianggap sangat menguntungkan. Sistem serupa juga diterapkan pada hewan ternak, di mana “bunga” pinjaman dibayarkan berupa anak sapi yang lahir dari ternak yang dipinjamkan.

Fakta Unik: Kata Sumeria untuk bunga pinjaman adalah “mas”, yang memiliki arti sama dengan “anak sapi”. Menariknya, dalam bahasa Ibrani modern, kata “mas” berkembang dan digunakan untuk menyebut “pajak”.

2. Lahirnya Regulasi Bunga Pertama di Dunia (1754 SM)

Seiring berkembangnya pemukiman di Mesopotamia, kuil-kuil Sumeria tidak hanya berfungsi sebagai sarana ibadah, tetapi juga bertindak sebagai institusi keuangan pertama. Saat transaksi menggunakan perak mulai populer, muncul masalah baru: tidak seperti hewan ternak, logam mulia tidak bisa berkembang biak secara alami untuk menghasilkan bunga.

Untuk mengatasi hal tersebut, Raja Babilonia keenam menerbitkan Aturan Hammurabi (Code of Hammurabi). Regulasi tertulis ini menetapkan standar nilai perak serta mengatur batas maksimal suku bunga yang boleh dikenakan pada pinjaman perak. Ini menjadi bukti tertulis tertua mengenai pembentukan hukum keuangan terstruktur di dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.