3. Inovasi Surat Berharga di Asia dan Eropa (321 SM – 400 SM)
Praktik pinjaman terus menyebar ke berbagai belahan dunia dengan beragam variasi bentuk:
India (321 SM): Pada era Dinasti Maurya, para pedagang antar-kota menciptakan instrumen pembayaran yang dinamakan Adesha. Dokumen tertulis ini berfungsi sebagai surat perintah kepada penyedia dana untuk membayarkan sejumlah uang kepada pihak ketiga. Inovasi ini menjadi cikal bakal surat utang (bill of exchange) dan mempermudah perdagangan lintas samudra.
Yunani Kuno (400 SM): Praktik rumah gadai mulai dikenal luas. Para pemberi pinjaman menekan risiko gagal bayar dengan meminta aset jaminan (collateral) dari peminjam. Prinsip jaminan inilah yang kini dikenal sebagai pinjaman terjamin (secured loan).
4. Dinamika Abad Pertengahan: Larangan dan Istilah “Bangkrut” (~1400 M)
Pada Abad Pertengahan, aturan keagamaan memegang kendali penuh atas sistem keuangan. Ajaran Kristen dan Islam secara tegas melarang praktik pengambilan bunga (riba). Namun, tradisi Yahudi memberikan kelonggaran untuk mengenakan bunga khusus kepada pihak di luar komunitas mereka. Kondisi ini menjadikan masyarakat Yahudi dominan di sektor keuangan, meski situasi tersebut kerap memicu ketegangan sosial pada masa itu.
Asal-usul Kata “Bangkrut”: Istilah ini berasal dari bahasa Italia banca (bangku) dan Latin rupt (hancur/rusak). Dahulu, para pedagang uang Yahudi bertransaksi di atas bangku kayu di tempat umum. Jika seorang pedagang kehabisan modal dan gagal memenuhi kewajibannya, bangku tempatnya bekerja akan dihancurkan sebagai tanda bahwa usianya dalam bisnis keuangan telah berakhir.
5. Revolusi Industri dan Lahirnya Finansial Internasional (Abad ke-18 hingga 20)
Memasuki abad ke-18, arus perdagangan global berkembang pesat. Mayer Amschel Rothschild mempelopori jaringan perbankan internasional dengan menempatkan anak-anaknya di pusat finansial Eropa seperti Frankfurt, London, Vienna, Paris, dan Naples.
Pada abad ke-19, akses pinjaman mulai dibuka untuk masyarakat umum. Philadelphia Savings Fund Society berdiri pada tahun 1816 di Amerika Serikat sebagai bank tabungan pertama yang melayani kebutuhan rakyat biasa.
Inovasi terus berlanjut hingga pertengahan abad ke-20:
- 1950: Kartu kredit berbasis kertas/karton (Diners Club®) pertama kali digunakan untuk membayar tagihan restoran.
- 1959: Sistem penilaian kredit (FICO Score) diluncurkan secara luas untuk menilai kelayakan kredit calon peminjam secara objektif.

