BKSDA Sumsel Pasang Perangkap untuk Tangkap Beruang yang Resahkan Warga Lubuklinggau

oleh -71 Dilihat
BKSDA Pasang Perangkap, Beruang Madu Masih Berkeliaran Dekat Rumah Warga

Warga Masih Khawatir

Kemunculan beruang di dekat rumah warga membuat masyarakat tetap merasa cemas. Ketua RT 05, Ramon, mengatakan satwa tersebut masih dilaporkan berkeliaran di kawasan sekitar lokasi kemunculan sebelumnya.

Menurutnya, warga sempat berupaya memasang perangkap secara mandiri setelah mendapatkan laporan mengenai keberadaan beruang. Upaya tersebut kemudian dilanjutkan bersama BKSDA dan pemerintah kelurahan.

“Masih, berkeliaran di sana terus dia. Kemarin sempat dipasang perangkap, cuma belum terjebak,” ujar Ramon.

Meski belum kembali ditemukan kerusakan sejak kemunculan terakhir, warga tetap diminta berhati-hati. Kekhawatiran utama masyarakat adalah kemungkinan beruang mendekati rumah atau menyerang warga jika merasa terancam.

“Meskipun begitu, tidak ada pengrusakan lagi sejak yang kemarin. Takutnya hewan itu menyerang warga,” katanya.

BKSDA Masih Pantau Pergerakan Beruang

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumsel, Yusmono, mengatakan petugas telah melakukan pemeriksaan langsung di lokasi.

Berdasarkan hasil pengecekan, satwa yang dilaporkan warga diketahui merupakan beruang madu. BKSDA kemudian memasang perangkap sebagai bagian dari upaya penanganan dan akan terus memantau perkembangannya.

Meski demikian, BKSDA belum dapat memastikan alasan beruang tersebut keluar dari habitatnya dan mendekati kawasan tempat tinggal warga.

“Petugas sudah melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Jenisnya beruang madu. Sudah dipasang perangkap dan akan dipantau,” kata Yusmono.

Beruang Mulai Muncul Sejak Awal September

Kemunculan beruang di Kelurahan Lubuk Binjai pertama kali dilaporkan pada Rabu, 2 September 2026 sekitar pukul 16.00 WIB.

Satwa tersebut diduga keluar dari kawasan hutan dan kemudian bergerak mendekati permukiman. Kondisi cuaca panas dan musim kemarau disebut sebagai salah satu dugaan faktor yang mendorong satwa liar mencari sumber makanan maupun air.

Selain itu, aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah juga diduga dapat memengaruhi habitat satwa dan ketersediaan sumber makanan di kawasan hutan.

Namun, penyebab pasti beruang tersebut turun hingga mendekati permukiman masih dalam pemantauan dan kajian BKSDA.

Untuk sementara, warga di sekitar lokasi diminta tetap waspada dan tidak mendekati atau mencoba mengejar satwa tersebut apabila kembali terlihat. Masyarakat juga diimbau segera melaporkan kemunculan beruang kepada aparat kelurahan atau petugas terkait agar penanganannya dapat dilakukan secara aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.