Bonus Peparprov 2025 Belum Diterima, Wali Kota Lubuklinggau Sebut Ada Miskomunikasi

oleh -40 Dilihat
oleh
Wali Kota Lubuklinggau Minta Maaf soal Bonus Atlet NPCI

SILTV.COM – Wali Kota Lubuklinggau, H Rachmat Hidayat, akhirnya angkat bicara terkait polemik bonus atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) yang hingga kini belum diterima atlet berprestasi pada Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) 2025.

Rachmat Hidayat yang akrab disapa Yoppy menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau tidak pernah mengabaikan perjuangan maupun prestasi atlet, termasuk atlet penyandang disabilitas.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para atlet yang merasa kecewa karena pemberian bonus belum sesuai dengan harapan.

“Selaku kepala daerah, saya tidak pernah mengabaikan hasil kerja mereka. Namun, apapun itu, saya minta maaf jika tidak sesuai dengan yang diharapkan. Saya tidak pernah mengabaikan kerja keras dan prestasi para atlet Lubuklinggau. Ini memang miskomunikasi,” ungkap Yoppy, Rabu 4 November 2026.

Yoppy menjelaskan, bonus atlet NPCI maupun Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) baru dapat dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026.

Menurutnya, kondisi kemampuan keuangan daerah saat penyusunan APBD sebelumnya belum memungkinkan untuk mengalokasikan anggaran tersebut.

Namun, seiring bertambahnya pendapatan daerah, Pemkot Lubuklinggau akhirnya dapat memasukkan anggaran bonus atlet dalam APBD Perubahan 2026.

“Saya selaku kepala daerah tidak mengabaikan hasil kinerja mereka. Memang kita baru bisa menganggarkan itu (bonus atlet) di perubahan, karena kemampuan postur APBD memang tidak mampu waktu itu,” jelasnya.

Ia juga menceritakan proses penyerahan bonus secara simbolis yang sempat dilakukan bersamaan dengan kegiatan pembagian seragam sekolah gratis di Taman Olahraga Megang (TOM), Rabu 28 Oktober 2026.

Saat itu, proses evaluasi APBD Perubahan ternyata telah selesai. Setelah berkoordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), penyerahan bonus secara simbolis dinyatakan dapat dilakukan.

Yoppy kemudian meminta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk mengundang perwakilan NPCI dan KONI dalam kegiatan tersebut.

Namun, ia menyayangkan kegiatan itu tidak dikemas secara menyeluruh dengan mencantumkan agenda penyerahan bonus atlet berprestasi.

Menurutnya, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait seharusnya memiliki inisiatif untuk menggabungkan kegiatan penyerahan seragam sekolah gratis dengan pemberian bonus kepada atlet berprestasi.

BACA JUGA: Empat Tahun Buron, Spesialis Curanmor di Lubuklinggau Ditangkap, Akui Beraksi di 7 TKP

“Seharusnya acara itu dikemas secara keseluruhan. Tidak hanya pemberian seragam gratis, tetapi juga penyerahan bonus atlet berprestasi. Harusnya Dispora dan Disdik punya inisiatif untuk memasukkan agenda tersebut,” ujarnya.

Terkait besaran bonus, Yoppy mengakui nominal yang diberikan tahun ini kemungkinan tidak sama dengan tahun sebelumnya.

Hal tersebut disebabkan kondisi fiskal daerah yang belum memungkinkan untuk memberikan bonus dengan nominal serupa.

Meski demikian, ia menegaskan tidak ada pemotongan bonus atlet, melainkan penyesuaian berdasarkan kemampuan keuangan daerah.

“Terkait jumlah besaran bonus, saat sambutan sudah saya sampaikan bahwa mohon maaf kalau bonus atlet tidak sesuai dengan tahun kemarin karena kondisi fiskal kita, bukan dipotong. Artinya sesuai kemampuan yang kita miliki,” tegasnya.

Yoppy juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan olahraga di Kota Lubuklinggau. Terlebih, daerah tersebut tengah mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan mendatang.

Ia mengaku memiliki perhatian terhadap dunia olahraga dan menghargai perjuangan seluruh atlet, termasuk mereka yang berprestasi di tengah keterbatasan fisik.

“Saya pencinta olahraga, jadi sangat menghargai, apalagi dengan kondisi kawan-kawan disabilitas. Saya tidak pernah mengabaikan hasil prestasi para atlet dan berupaya semaksimal mungkin, apalagi karena kita akan menjadi tuan rumah Porprov nanti,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Yoppy turut menanggapi pesan WhatsApp yang belakangan menjadi sorotan setelah beredar di media sosial dan dikaitkan dengan dirinya.

Pesan tersebut diduga berisi pernyataan yang menyebut atlet membuat malu terkait persoalan bonus. Namun, Yoppy membantah pernah mengirimkan pesan WhatsApp tersebut kepada para atlet.

“Oh tidak, yang di WA itu tidak ada. Kita tidak ada WA dengan mereka. Kalaupun mau dibahas, harusnya melalui audiensi, bukan pembicaraan seperti itu. Ini yang kita tidak tahu, hal-hal seperti itu,” ungkapnya.

Ia juga menyayangkan persoalan bonus tersebut lebih dahulu disampaikan melalui media sosial. Menurutnya, komunikasi secara langsung melalui audiensi akan lebih baik agar keluhan atlet dapat didengar dan dicarikan solusi bersama.

“Sangat disayangkan itu curhatnya di media sosial. Seharusnya bisa audiensi, sehingga persoalan seperti ini bisa kita komunikasikan dan cari jalan keluarnya bersama,” tambahnya.

BACA JUGA: Oknum Petugas SPPG di Lubuk Linggau Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Sejumlah Siswa SD

Sebelumnya, Atlet NPCI Ungkap Kekecewaan

Sebelumnya, atlet disabilitas asal Kota Lubuklinggau, Mila Purnamasari, mengungkapkan kekecewaannya lantaran bonus prestasi Peparprov 2025 belum diterimanya.

Keluhan atlet cabang olahraga catur tersebut menjadi perhatian publik setelah ia mengunggah kritik di media sosial terkait dugaan pernyataan yang dikaitkan dengan Wali Kota Lubuklinggau.

Mila mengaku sakit hati dengan pesan yang diduga berkaitan dengan persoalan bonus atlet tersebut.

Baginya, persoalan itu bukan sekadar mengenai nominal bonus yang akan diterima, melainkan juga menyangkut penghargaan pemerintah terhadap perjuangan dan prestasi atlet disabilitas.

Diketahui, Mila telah bergabung dengan NPCI Kota Lubuklinggau sejak 2017 dan mulai mengikuti kompetisi pada 2019.

Pada Peparprov ke-V yang berlangsung di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), 31 Oktober hingga 8 November 2025, Mila berhasil meraih juara pertama cabang olahraga catur.

Atas prestasi tersebut, Mila dijanjikan bonus sebesar Rp7,5 juta. Namun, hingga keluhannya mencuat ke publik, ia mengaku belum menerima bonus yang dijanjikan.

Polemik ini pun menjadi perhatian terhadap pentingnya komunikasi dan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan apresiasi kepada atlet yang telah mengharumkan nama Kota Lubuklinggau.

BACA JUGA: Tumpahan Solar dan Oli Picu Kecelakaan di Lubuk Linggau, Bayi 7 Bulan Jadi Korban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.