Bus DAMRI Tabrak Bus ALS di Tol Palindra, Kabut Asap Tebal Diduga Ganggu Jarak Pandang

oleh -39 Dilihat
Kabut Asap Pekat Selimuti Tol Palindra, Bus DAMRI Tabrak ALS

SILTV.COM – Kecelakaan lalu lintas melibatkan Bus DAMRI dan Bus Antar Lintas Sumatra (ALS) 388 terjadi di ruas Tol Palembang–Indralaya (Palindra), Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu (5/9/2026) pagi.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Kedua bus diketahui sedang melaju dari arah yang sama ketika kecelakaan terjadi.

Kondisi ruas tol saat kejadian disebut diselimuti kabut asap cukup pekat. Situasi tersebut membuat jarak pandang pengemudi menjadi terbatas dan diduga turut memengaruhi terjadinya tabrakan.

Berdasarkan informasi yang beredar, Bus DAMRI diduga tidak sempat mengantisipasi keberadaan Bus ALS yang berada di depannya. Benturan kemudian terjadi hingga menyebabkan bagian depan Bus DAMRI mengalami kerusakan cukup parah.

Sejumlah penumpang terlihat berada di sekitar lokasi setelah kecelakaan. Video dan foto kondisi kejadian juga beredar di media sosial dan memperlihatkan tebalnya asap yang menyelimuti ruas tol.

Salah seorang penumpang bernama Nurul mengatakan kondisi asap ketika kejadian cukup mengkhawatirkan. Pandangan pengemudi disebut menjadi sangat terbatas akibat kepulan asap.

“Waktu itu asapnya tebal sekali sampai pandangan terhalang. Tiba-tiba bus menabrak kendaraan lain,” ujar Nurul.

Nurul mengaku dirinya tidak mengalami luka dalam insiden tersebut. Namun, ia melihat beberapa penumpang Bus DAMRI mengalami luka dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk memperoleh perawatan.

Kabut Asap Diduga Berkaitan dengan Karhutla

Kabut asap yang menyelimuti kawasan Tol Palindra diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Kebun Raya Sriwijaya, Kabupaten Ogan Ilir.

Kebakaran lahan tersebut dilaporkan berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) siang hingga malam. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare.

Kepala Balai Dalkarhut Sumatera, Ferdian Krisnanto, menjelaskan proses pemadaman di kawasan tersebut tidak mudah karena lahan yang terbakar merupakan gambut.

Menurutnya, lapisan gambut di lokasi memiliki kedalaman hingga sekitar 1,5 meter. Kondisi itu memungkinkan api tetap berada di bawah permukaan tanah meskipun kobaran api di bagian atas telah dipadamkan.

“Gambutnya cukup dalam dan material yang terbakar juga banyak. Karena itu proses pemadaman membutuhkan waktu dan harus dipastikan benar-benar tuntas,” jelas Ferdian.

Asap dari kebakaran tersebut bahkan terlihat membumbung cukup tinggi dan dapat terpantau hingga radius sekitar 10 kilometer dari titik kebakaran.

Petugas Satgas Karhutla masih berada di lokasi untuk melakukan pendinginan serta memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Keberadaan asap tebal di sekitar jalur tol menjadi perhatian karena dapat mengurangi jarak pandang pengemudi dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Polisi Masih Lakukan Penanganan

Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penanganan di lokasi kecelakaan. Petugas juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui kronologi serta faktor yang menyebabkan tabrakan kedua bus tersebut.

Hingga berita ini ditulis, data resmi mengenai jumlah korban luka maupun total kerugian material masih dalam proses pendataan.

Pengguna jalan yang melintasi Tol Palindra diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika memasuki kawasan yang terdampak kabut asap. Pengemudi disarankan mengurangi kecepatan dan memperhatikan jarak aman apabila jarak pandang mulai terganggu.

Kondisi kabut asap akibat karhutla tidak hanya berdampak terhadap kualitas udara, tetapi juga dapat mengancam keselamatan pengguna jalan apabila mengurangi visibilitas pengemudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.