Diduga Dipicu Masalah Tanah, Seorang Petani di Musi Rawas Ditemukan Tak Bernyawa

oleh -9 Dilihat
oleh
Diduga Dipicu Masalah Tanah, Seorang Petani di Musi Rawas Ditemukan Tak Bernyawa

SILTV.COM – Warga Desa Sungai Pinang, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, dikejutkan dengan ditemukannya seorang pria berinisial U (46) dalam keadaan meninggal dunia di kediamannya pada Sabtu (25/7/2026) siang.

Korban yang diketahui berprofesi sebagai petani tersebut ditemukan oleh istrinya, R (53), sekitar pukul 12.30 WIB. Saat ditemukan, korban berada di dalam rumah dengan kondisi tergantung menggunakan tali nilon berwarna kuning.

Kapolsek Muara Lakitan AKP Hendrawan menjelaskan, sebelum kejadian, istri korban bersama beberapa anggota keluarga lainnya berangkat ke kebun sekitar pukul 08.20 WIB. Pada saat itu, korban diketahui masih berada di rumah dan sedang beristirahat.

“Ketika kembali dari kebun sekitar pukul 12.30 WIB, istri korban mendapati suaminya sudah dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya, kejadian tersebut dilaporkan kepada kepala dusun dan pihak kepolisian,” ujar AKP Hendrawan.

Mendapatkan laporan tersebut, personel Polsek Muara Lakitan bersama tenaga kesehatan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan awal.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Muara Lakitan guna menjalani pemeriksaan medis. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, pihak keluarga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat penolakan secara resmi.

Sekitar pukul 17.00 WIB, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga juga menyampaikan bahwa mereka menerima peristiwa tersebut dan tidak akan melanjutkannya ke ranah hukum.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun kepolisian, korban diduga tengah menghadapi persoalan keluarga terkait rencana penjualan sebidang tanah. Perselisihan tersebut disebut terjadi sehari sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

“Informasi sementara yang kami terima, korban dan istrinya sempat berselisih pendapat mengenai rencana penjualan tanah milik keluarga. Namun, untuk memastikan keterkaitan antara peristiwa tersebut dengan kejadian ini, kami masih menunggu situasi keluarga yang saat ini masih berduka,” jelas Hendrawan.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi emosional anggota keluarga dan lingkungan sekitar. Dukungan dari keluarga serta komunikasi yang baik dinilai penting untuk membantu seseorang yang sedang menghadapi tekanan atau persoalan hidup.

Kasus ini masih tercatat sebagai laporan kepolisian dan menjadi perhatian aparat setempat, meski pihak keluarga telah menyatakan menerima kejadian tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.