4. Tambang Kusmunda, India
Masih dari India, Tambang Kusmunda menghasilkan sekitar 50 juta ton batu bara sepanjang 2023. Lokasinya berada di wilayah Korba yang dikenal sebagai salah satu kawasan pertambangan batu bara terbesar di dunia.
Keberadaan Gevra dan Kusmunda sekaligus menjadikan India sebagai salah satu negara produsen batu bara terbesar secara global.
5. Tambang Shaanxi Utara, China
China merupakan konsumen batu bara terbesar dunia. Meski demikian, hanya satu tambang yang masuk dalam daftar ini, yakni Shaanxi Utara dengan produksi sekitar 41,34 juta ton.
Tambang milik Shaanxi Coal and Chemical Industry Group tersebut menghasilkan batu bara bituminus dan antrasit berkualitas tinggi yang banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan industri dan pembangkit listrik.
6. Tambang Sangatta, Indonesia
Indonesia mulai menunjukkan dominasinya melalui Tambang Sangatta di Kalimantan Timur yang menghasilkan sekitar 40,9 juta ton batu bara pada 2023.
Tambang milik Bumi Resources ini mulai dieksplorasi sejak 1987 dan melakukan ekspor komersial pertamanya pada 1992. Produksinya banyak digunakan untuk kebutuhan dalam negeri maupun pasar internasional.
7. Tambang Belchatow, Polandia
Tambang Belchatow menjadi tambang batu bara terbesar di Eropa dengan produksi sekitar 40,43 juta ton pada 2023. Tambang ini memasok kebutuhan salah satu pembangkit listrik terbesar di kawasan Eropa.
Namun, Belchatow menghasilkan lignit yang memiliki kualitas energi lebih rendah dibanding jenis batu bara lainnya. Operasional tambang tersebut juga menghadapi tekanan dari kelompok pemerhati lingkungan.
8. Proyek FTB, Indonesia
Indonesia kembali masuk dalam daftar melalui Proyek FTB di Kalimantan Timur dengan produksi sekitar 37,4 juta ton.
Tambang milik Bayan Resources ini menghasilkan batu bara bituminus berenergi tinggi hingga sub-bituminus berkadar sulfur rendah yang memiliki nilai jual tinggi di pasar global. Operasionalnya diperkirakan masih berlangsung hingga 2055.




