Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Ribuan Penerbangan Terganggu, Ini Dampaknya

oleh -46 Dilihat
Tujuh Bandara Ditutup Imbas Abu Vulkanik GAK, Ribuan Penerbangan Terdampak

SILTV.COM – Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) berdampak terhadap aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia. Sebaran abu vulkanik membuat sejumlah bandara harus membatasi hingga menghentikan sementara operasional demi menjaga keselamatan penerbangan.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, hingga Senin (7/9/2026) sore, tercatat 2.961 penerbangan domestik dan internasional mengalami dampak akibat perubahan operasional bandara.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.339 penerbangan merupakan penerbangan domestik, sedangkan 622 penerbangan lainnya merupakan penerbangan internasional.

Gangguan tersebut turut dirasakan oleh sekitar 341.000 penumpang. Dampaknya mencakup penerbangan yang dibatalkan, mengalami keterlambatan, maupun harus dialihkan ke bandara lain.

Tujuh Bandara Masih Ditutup Sementara

Kementerian Perhubungan memperpanjang penghentian sementara operasional tujuh bandara yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik hingga Senin (7/9) pukul 23.59 WIB.

Ketujuh bandara tersebut meliputi:

  1. Bandara Soekarno-Hatta, Banten
  2. Bandara Radin Inten II, Lampung
  3. Bandara Budiarto, Banten
  4. Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta
  5. Bandara Pondok Cabe, Banten
  6. Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, Lampung
  7. Bandara Husein Sastranegara, Jawa Barat

Menurut Dudy, keputusan memperpanjang penutupan dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian. Kondisi tersebut dipengaruhi pergerakan angin yang dinilai masih berubah-ubah sehingga arah penyebaran abu vulkanik belum sepenuhnya dapat dipastikan.

Pemerintah, kata dia, tidak ingin mengambil risiko dengan membuka kembali bandara sebelum kondisi ruang udara dinyatakan aman.

Hasil Pemeriksaan Menjadi Pertimbangan

Menhub menjelaskan, pemeriksaan awal menggunakan metode paper test di sejumlah bandara terdampak telah menunjukkan hasil negatif. Meski demikian, hasil tersebut belum menjadi satu-satunya dasar untuk membuka kembali aktivitas penerbangan.

Pemerintah masih menunggu informasi dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, yang menjadi salah satu pusat rujukan dalam pemantauan sebaran abu vulkanik untuk penerbangan di kawasan tersebut.

Sebelum operasional kembali dibuka, pengelola bandara juga harus memastikan fasilitas di area sisi udara dalam kondisi aman. Pemeriksaan dan pembersihan dilakukan terhadap sejumlah fasilitas, termasuk landasan pacu, taxiway, serta apron.

Di sisi lain, maskapai penerbangan juga perlu melakukan pengecekan terhadap pesawat yang berpotensi terkena paparan abu vulkanik.

Pesawat yang terdampak harus diperiksa dan dibersihkan terlebih dahulu sebelum dinyatakan layak kembali menjalankan penerbangan.

Penumpang Memadati Sejumlah Bandara

Gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau turut menyebabkan kepadatan penumpang di sejumlah bandara.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi salah satu lokasi yang mengalami peningkatan aktivitas penumpang setelah sejumlah penerbangan dihentikan sementara.

Sebagian penumpang terlihat mengurus proses pengembalian tiket maupun perubahan jadwal perjalanan. Sejumlah penerbangan bahkan dijadwalkan ulang hingga Selasa.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga melaporkan ribuan penerbangan terdampak akibat abu vulkanik tersebut.

Pada Senin pagi, BNPB mencatat sekitar 2.300 penerbangan dan 270.000 penumpang terkena dampak. Angka tersebut kemudian bertambah seiring dengan evaluasi dan pembaruan data operasional penerbangan.

Awalnya Delapan Bandara Terdampak

Gangguan penerbangan sebenarnya mulai terjadi sejak Minggu. Saat itu, terdapat delapan bandara yang menghentikan sementara operasional setelah abu vulkanik terdeteksi di ruang udara sekitar wilayah penerbangan.

Namun, hingga Senin pukul 09.00 waktu setempat, Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam telah kembali menjalankan aktivitas penerbangan secara normal.

Sementara itu, tujuh bandara lainnya masih berada dalam status penghentian sementara karena kondisi sebaran abu vulkanik masih menjadi perhatian.

BNPB menyebut status masing-masing bandara akan terus dievaluasi dengan mempertimbangkan perkembangan penyebaran abu serta aspek keselamatan penerbangan.

Keselamatan Menjadi Prioritas

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Sabtu menyebabkan abu vulkanik menyebar ke ruang udara dan mengganggu sejumlah rute penerbangan.

Pemerintah memastikan perkembangan kondisi atmosfer dan sebaran abu terus dipantau bersama instansi terkait. Informasi dari VAAC Darwin juga akan menjadi bahan evaluasi sebelum keputusan pembukaan kembali bandara ditetapkan.

Dudy menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional penerbangan.

Pemerintah tidak ingin terburu-buru memulihkan aktivitas penerbangan apabila kondisi ruang udara dan fasilitas bandara belum sepenuhnya aman.

Operasional bandara akan kembali dilakukan secara bertahap setelah kondisi dinyatakan memenuhi persyaratan keselamatan bagi penumpang, awak pesawat, maupun seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan penerbangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.