Hendak Seberangi Rel, Pemuda Lubuklinggau Tewas Tertemper KA Pengangkut Minyak

oleh -37 Dilihat
oleh
Pemuda Lubuklinggau Tewas di Jalur KA, Polisi Sebut Diduga Epilepsi Kambuh

SILTV.COM – Muhammad Alfajri alias Gogon (23), warga Lubuklinggau, Sumatera Selatan, meninggal dunia setelah tertemper kereta api (KA) pengangkut minyak di kawasan Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 18.30 WIB di RT-08, Kelurahan Muara Enim. Korban diduga sedang hendak menyeberangi jalur rel ketika kereta api pengangkut minyak melintas dari arah Lubuklinggau menuju Palembang.

Korban kemudian tertemper kereta api hingga meninggal dunia.

Kanit Reskrim Polsek Lubuklinggau Barat, Aiptu Erwinsyah, mengatakan pihak kepolisian menerima informasi dari warga sekitar satu jam setelah kejadian.

“Kami baru dapat informasi dari warga sekitar pukul 19.30 WIB bahwa ada seorang pria yang tewas tertemper kereta api pengangkut minyak. Dikarenakan minim saksi mata, akhirnya kami melakukan pencarian terhadap korban tersebut,” kata Erwinsyah, Kamis (10/9/2026).

Petugas bersama warga kemudian melakukan penyisiran di sekitar jalur rel untuk mencari keberadaan korban. Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan tergeletak di pinggir rel pada KM 545+678.

Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 21.00 WIB oleh INAFIS Polres Lubuklinggau dengan bantuan pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) serta warga sekitar.

Karena lokasi korban cukup jauh dari akses evakuasi, petugas menggunakan Kereta Penilik Jalan (KPJ) 052/DIVRE III untuk membawa jenazah menuju Stasiun Kereta Api Lubuklinggau.

“Petugas bersama warga kemudian menemukan korban di pinggir rel, tepatnya di KM 545+678, dalam kondisi telah meninggal dunia. Korban dievakuasi sekitar pukul 21.00 WIB oleh INAFIS Polres Lubuklinggau dengan bantuan pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan warga,” jelasnya.

Setibanya di stasiun, jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit AR Bunda Lubuklinggau sekitar pukul 22.00 WIB untuk menjalani pemeriksaan visum luar.

Dari hasil pemeriksaan, petugas medis menemukan sejumlah luka pada tubuh korban. Di antaranya luka lecet pada lengan kanan dan kaki serta luka robek cukup parah pada bagian kepala sebelah kiri dengan panjang sekitar 7 sentimeter.

“Luka tersebut diduga akibat korban tertemper kereta api,” ungkap Erwinsyah.

Diduga Epilepsi Kambuh

Dugaan penyebab korban berada di jalur rel juga diperkuat oleh keterangan dari pihak keluarga.

Berdasarkan keterangan adik korban, Muhammad Alfajri diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi yang kerap kambuh. Dalam sehari, penyakit tersebut disebut dapat kambuh satu hingga dua kali.

Polisi menduga epilepsi korban kambuh ketika berada di sekitar rel sehingga membuatnya tidak mampu menghindari kereta yang sedang melintas.

“Diduga penyakit korban kambuh saat berada di dekat rel kereta api dan akhirnya ia tertemper kereta api dan meninggal dunia,” ujar Erwinsyah.

Setelah pemeriksaan dilakukan, pihak keluarga menyatakan tidak bersedia jenazah korban menjalani autopsi.

Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk segera dibawa pulang dan dimakamkan.

Polisi masih mencatat peristiwa tersebut sebagai kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia setelah tertemper kereta api.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.