Perempuan PALI Berangkat ke China, Mengaku Jadi Korban TPPO, Ada Aliran Rp100 Juta

oleh -44 Dilihat
Mengaku Jadi Korban di China, Perempuan PALI Minta Bantuan Bupati dan Kapolres

SILTV.COM – Dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) mencuat setelah Haja Hastina, perempuan asal Desa Sedupi, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), mengaku menjadi korban setelah berangkat ke China.

Pengakuan Haja tersebut disampaikan melalui video yang beredar di media sosial pada 8 September 2026. Dalam video itu, Haja meminta bantuan Bupati dan Kapolres PALI agar dirinya dapat dipulangkan ke Indonesia.

Haja mengaku keberangkatannya ke China berkaitan dengan janji pekerjaan. Namun, setelah tiba di negara tersebut, ia menyebut mengalami kondisi yang membuat dirinya merasa menjadi korban.

Pernyataan tersebut kemudian mendapat bantahan dari Wiwit Dwi Lestari, warga Desa Harapan Jaya, Kecamatan Tanah Abang, PALI, yang saat ini berada di China dan disebut memiliki keterkaitan dengan proses keberangkatan Haja.

Saat dikonfirmasi awak media melalui Messenger, Rabu (9/9/2026), Wiwit mengatakan Haja sejak awal tidak direkrut untuk bekerja di China.

Menurut Wiwit, Haja justru meminta bantuan untuk dicarikan pasangan laki-laki asal China dengan tujuan menikah.

“Dia minta dicarikan pasangan, bukan dijanjikan untuk bekerja di sini,” kata Wiwit.

Wiwit menjelaskan, Haja menghubunginya sekitar 20 Mei 2026 dan menyampaikan keinginannya untuk menikah dengan pria asal China.

Setelah berbagai konsekuensi terkait rencana tersebut disampaikan dan disetujui, proses keberangkatan kemudian dilakukan hingga Haja berangkat ke China pada 13 Juni 2026.

Wiwit juga mengakui menerima imbalan sekitar Rp100 juta dari proses tersebut. Namun, ia membantah uang itu sepenuhnya menjadi keuntungan pribadi.

Menurutnya, dana tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan keberangkatan Haja, mulai dari pengurusan paspor, visa, tiket, tempat tinggal, makanan hingga mahar.

Wiwit menegaskan dirinya bukan agen tenaga kerja. Ia mengklaim hanya membantu teman-temannya yang ingin menikah dan menjalani kehidupan di China.

Ia menyebut telah membantu tiga orang asal PALI dalam proses serupa, termasuk Haja.

“Semua menikah, tidak ada yang bekerja,” ujarnya.

Wiwit juga membantah adanya unsur paksaan dalam keberangkatan Haja. Menurutnya, keputusan untuk menikah dan berangkat ke China dilakukan secara sadar serta merupakan pilihan Haja sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.