Ingin Masuk Surga Tanpa Hisab? Kenali 3 Sifat yang Disebut dalam Hadis

oleh -43 Dilihat
Keutamaan 70.000 Umat Nabi, Disebut Masuk Surga Tanpa Hisab

SILTV.COM – Setiap umat Islam tentu mendambakan kehidupan akhirat yang penuh rahmat dan berharap dapat memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT. Salah satu keutamaan yang disebutkan dalam hadis adalah masuk surga tanpa hisab.

Istilah tanpa hisab merujuk pada keutamaan yang diberikan kepada golongan tertentu sehingga mereka tidak melalui proses perhitungan amal sebagaimana yang dialami banyak manusia.

Lantas, seperti apa karakter orang-orang yang mendapatkan keutamaan tersebut?

Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menyebutkan adanya 70.000 orang dari umatnya yang masuk surga tanpa hisab. Dalam riwayat tersebut dijelaskan sejumlah sifat yang melekat pada golongan tersebut, di antaranya tidak meminta ruqyah, tidak meyakini pertanda kesialan, serta memiliki tawakal yang kuat kepada Allah SWT.

Memiliki Tawakal yang Kuat

Salah satu sifat utama yang disebutkan dalam hadis tersebut adalah tawakal kepada Allah SWT.

Tawakal bukan berarti seseorang berhenti berusaha atau menyerahkan segala sesuatu tanpa melakukan ikhtiar. Seorang Muslim tetap diperintahkan untuk berusaha, mengambil langkah yang baik, kemudian menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah.

Dengan tawakal, hati tidak sepenuhnya bergantung kepada kemampuan diri sendiri maupun kepada sesuatu selain Allah. Keyakinan tetap diarahkan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak-Nya.

Tidak Mempercayai Pertanda Kesialan

Sifat lainnya adalah tidak meyakini tathayyur atau menganggap suatu benda, kejadian, waktu maupun tanda tertentu sebagai pembawa kesialan.

Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang terkadang menghubungkan suatu kejadian dengan nasib baik atau buruk. Hadis tersebut mengajarkan agar seorang Muslim tidak menggantungkan keyakinannya kepada pertanda semacam itu.

Harapan, rasa takut dan keyakinan hendaknya tetap diarahkan kepada Allah SWT.

Tidak Meminta Ruqyah kepada Orang Lain

Hadis tersebut juga menyebutkan orang-orang yang tidak meminta ruqyah kepada orang lain sebagai salah satu ciri golongan yang mendapatkan keutamaan tersebut.

Hal ini dipahami sebagai gambaran mengenai kuatnya tawakal dan ketergantungan kepada Allah SWT.

Namun, hal tersebut tidak berarti bahwa ruqyah secara keseluruhan dilarang dalam Islam. Ruqyah yang dilakukan sesuai tuntunan syariat tetap dikenal dalam ajaran Islam.

Karena itu, pemahaman terhadap hadis perlu dilakukan secara utuh agar tidak muncul anggapan bahwa setiap bentuk ruqyah merupakan sesuatu yang dilarang.

Pelajaran yang Bisa Diterapkan

Hadis mengenai golongan yang masuk surga tanpa hisab bukan hanya untuk diketahui, tetapi juga dapat menjadi bahan introspeksi bagi umat Islam.

Sikap tawakal dapat dibangun dengan tetap berusaha secara maksimal sekaligus menyadari bahwa hasil akhir berada dalam kehendak Allah SWT.

Seorang Muslim juga dapat belajar meninggalkan keyakinan terhadap pertanda kesialan dan berusaha menjaga hati agar tidak menggantungkan nasib kepada benda, waktu ataupun kejadian tertentu.

Selain itu, memperkuat iman, menjaga ibadah, memperbanyak amal saleh dan terus memperbaiki diri merupakan bagian penting dalam menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim.

Pada akhirnya, surga merupakan bagian dari rahmat Allah SWT. Karena itu, seorang Muslim dianjurkan untuk terus berusaha menjalankan ketaatan, memperbaiki akhlak dan memperkuat hubungan dengan Allah.

Hadis tentang 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab pun dapat menjadi pengingat agar umat Islam terus memperkuat tawakal serta menjadikan Allah sebagai tempat bergantung dalam setiap keadaan.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.