Kandungan Susu Membantu Penyerapan Gula Lebih Lambat
Susu mengandung laktosa, yaitu gula alami yang memang dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah.
Namun, susu juga kaya akan protein dan lemak, dua zat gizi yang membantu memperlambat proses pengosongan lambung dan penyerapan glukosa ke dalam aliran darah.
Karena itu, peningkatan gula darah setelah minum susu umumnya terjadi secara bertahap, tidak secepat minuman yang mengandung gula tambahan seperti minuman bersoda atau teh manis.
Pilih Susu Tanpa Gula Tambahan
Hal yang paling perlu diperhatikan bukanlah waktu minumnya, melainkan jenis susu yang dipilih.
Susu murni tanpa tambahan pemanis umumnya menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan susu berperisa.
Sementara itu, susu rasa cokelat, stroberi, vanila, atau varian lainnya sering kali mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi.
Jika dikonsumsi secara berlebihan, kandungan gula tersebut berpotensi meningkatkan kadar gula darah, terutama pada orang yang memiliki diabetes atau pradiabetes.
Apakah Penderita Diabetes Boleh Minum Susu Sebelum Tidur?
Bagi penyandang diabetes, minum susu pada malam hari sebenarnya masih diperbolehkan selama dilakukan dengan bijak.
Beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan antara lain:
- Pilih susu rendah gula atau tanpa gula tambahan.
- Batasi konsumsi sekitar satu gelas atau kurang lebih 200 mililiter.
- Hindari menambahkan gula, madu, atau sirup.
- Jangan mengonsumsi susu bersama camilan tinggi gula seperti biskuit manis, kue, atau cokelat.
- Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi apabila memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Dengan pengaturan yang tepat, susu tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat bagi penderita diabetes.



