Karhutla Melanda KTM dan Danau Biru, Polda Sumsel Kerahkan Tim Gabungan

oleh -76 Dilihat
oleh
Gerak Cepat Satgas Aman Nusa II Tangani Karhutla di Ogan Ilir. (Foto: Polda Sumsel)

SILTV.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Personel Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Operasi Aman Nusa II Polda Sumatera Selatan bergerak melakukan pemadaman dan pendinginan di kawasan KTM dan Danau Biru.

Penanganan karhutla tersebut dilakukan pada Senin (14/9/2026) mulai sekitar pukul 16.00 WIB hingga tengah malam. Pemadaman melibatkan personel gabungan DitSamapta Polda Sumsel, Polsek Indralaya dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Direktur Samapta Polda Sumsel sekaligus Kepala Operasi Daerah (Ka Opsda) Aman Nusa II, Kombes Pol Ridwan Raja Dewa, mengatakan kesiapan personel dan koordinasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan karhutla.

“Kami terus mengoptimalkan pengerahan personel dan sarana prasarana, terutama di wilayah-wilayah rawan seperti Ogan Ilir. Setiap titik api harus segera ditangani agar tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat maupun lingkungan,” ujar Ridwan dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

Berdasarkan laporan Padal Karhutla Aman Nusa II Polsek Indralaya Posko Rambutan Ogan Ilir, IPDA Jenni Andriyanto, terdapat tiga lokasi yang terpantau mengalami kebakaran.

Lokasi pertama berada di kawasan KTM 1 dengan luas lahan terdampak sekitar 2 hektare. Kemudian KTM 2 dengan luas sekitar 0,5 hektare dan kawasan Danau Biru sekitar 2 hektare.

Dengan demikian, total area yang terdampak kebakaran di tiga lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 4,5 hektare.

Petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga pendinginan untuk memastikan bara api di lahan yang terbakar tidak kembali menyala.

Dari proses penanganan tersebut, sekitar 0,5 hektare lahan di KTM 1, 0,5 hektare di KTM 2 dan 1 hektare di kawasan Danau Biru berhasil dipadamkan dan didinginkan.

Setelah dilakukan pemadaman serta pengecekan di sejumlah titik, kondisi api dilaporkan telah padam total.

Operasi tersebut melibatkan tujuh personel DitSamapta Polda Sumsel yang berasal dari Posko Rambutan dan Posko Indralaya. Mereka turut mendapat dukungan dari personel Polsek Indralaya dan BPBD.

Selama proses penanganan di lapangan, petugas tidak menemukan kendala berarti. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman dan pendinginan dapat dilakukan secara optimal.

Ridwan mengatakan penanganan karhutla tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Satgas Aman Nusa II akan terus melakukan pemantauan dan patroli, terutama di wilayah yang memiliki potensi kembali terbakar.

“Setiap titik yang telah dipadamkan akan terus dipantau untuk memastikan tidak kembali menyala,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, mengatakan jajaran Polda Sumsel berkomitmen memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus menjaga lingkungan dari ancaman karhutla.

“Kami memastikan seluruh rangkaian operasi penanganan karhutla dilaksanakan secara maksimal. Setiap laporan maupun temuan titik api akan segera ditindaklanjuti sehingga potensi kebakaran dapat dikendalikan sedini mungkin,” kata Nandang.

Polda Sumsel juga mengingatkan masyarakat dan pihak perusahaan untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya selama periode rawan karhutla.

Masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Cara tersebut dinilai berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terlebih ketika kondisi lahan dan cuaca mendukung penyebaran api.

Warga juga diimbau segera melaporkan apabila melihat kepulan asap atau menemukan indikasi kebakaran. Laporan dapat disampaikan kepada posko karhutla, kepolisian, BPBD maupun aparat terdekat.

Dengan pelaporan yang cepat, petugas dapat segera mendatangi lokasi dan melakukan penanganan sebelum api semakin meluas.

Melalui Operasi Aman Nusa II, Polda Sumsel bersama instansi terkait terus memperkuat patroli, pemantauan kawasan rawan, pemadaman, pendinginan serta langkah-langkah pencegahan.

Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Sumatera Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.