SILTV.COM – Pengalaman kurang menyenangkan dialami aktor sekaligus pengusaha Haykal Kamil saat melakoni perjalanan darat di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, ia membagikan momen ketika kendaraan rombongannya tersesat hampir dua jam di dalam area hutan kawasan Musi Rawas akibat mengikuti panduan aplikasi navigasi Google Maps.
Ia mengaku sempat panik lantaran terjebak di tengah kegelapan dan harus melintasi rute bertanah ekstrem yang kerap dilalui truk pengangkut kayu, sebelum akhirnya keluar di kawasan Bangun Jaya, Cecar.
“Setelah hampir dua jam di tengah hutan jalan rusak sekarang ketemu minimarket, rasanya happy banget karena sangat nggak nyaman ya ketika berada di tengah hutan sendirian,” ujar Haykal dalam videonya.
Soroti Potensi Alam vs Infrastruktur
Selain curhat soal momen menegangkan tersebut, Haykal Kamil menyinggung ketimpangan antara kekayaan sumber daya alam Sumsel dengan kualitas jalan publik. Menurut pengamatannya, Sumsel merupakan wilayah kaya akan batu bara, kelapa sawit, kayu, hingga karet, tetapi infrastruktur jalannya dinilai belum sebanding.
Dari hasil pengamatannya di lapangan, ia menengarai tiga faktor utama pemicu kerusakan jalan di wilayah tersebut:
- Maraknya truk beroperasi dengan muatan berlebih (Over Dimension Over Loading/ODOL).
- Buruknya sistem drainase di pinggir jalan sehingga air kerap menggenang.
- Ketimpangan pembagian anggaran serta wewenang perbaikan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
“Ya cuman sayang sih karena ngelihat daerah yang sebenarnya kaya, punya hasil alam yang banyak harusnya kan yang merasakan manfaat paling utama adalah warganya,” pungkasnya.
Respons Gubernur Herman Deru
Menanggapi keluhan yang viral tersebut, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memberikan klarifikasinya. Mantan Bupati OKU Timur ini menjelaskan bahwa jalur ekstrem yang dilintasi Haykal Kamil bukanlah jalan lintas utama antarkabupaten maupun antarpaling umum, melainkan jalur perlintasan angkutan kayu di kawasan hutan produksi.
“Soal masalah jalan, tapi harus dijingok (dilihat) part sebelumnya, dia salah Google Map kan, dia keblusuk di Google Map. Nah terus di part berikutnya meyakinkan bahwa dia masuk ke kawasan angkutan kayu-kayu itu. Jadi berarti itu kawasan hutan produksi,” terang Herman Deru dikutip SILTV dari video akun instagram @officialpaltv.
Ia menambahkan bahwa jalan lintas nasional menuju wilayah Musi Rawas maupun Kota Lubuklinggau sebenarnya berada dalam kondisi mantap lewat Jalur Lintas Tengah.
“Kalau ke Linggau itu kan jalan lintasnya adalah lewat jalur tengah, lintas tengah, 90 persen lebih itu jalan bagus ya, jalan tengah. Terus dia lewat jalur yang kita buat Pemprov, Pali-Lakitan. Itu kan salah Google Map,” paparnya.
Kendati demikian, Herman Deru menegaskan bahwa jajaran Pemerintah Provinsi Sumsel tidak anti-kritik dan menjadikan video masukan dari Haykal Kamil sebagai bahan evaluasi pembangunan infrastruktur ke depan. Ia pun mengimbau para pendatang serta masyarakat untuk lebih cermat memilah rute serta memperhatikan status kelas jalan saat berkendara.





