SILTV.COM – Suhu politik dan perdagangan antara dua kekuatan ekonomi dunia kembali membara. Pemerintah China resmi mengambil langkah balasan ekstrem terhadap Amerika Serikat (AS) dengan menghentikan pengiriman drone krusial beserta komponen utamanya, sekaligus memasukkan enam entitas bisnis asal Negeri Paman Sam ke dalam daftar hitam (blacklist).
Aksi tegas Beijing ini dipicu oleh keputusan pemerintahan Presiden Donald Trump yang kembali menetapkan tarif impor baru terhadap China serta 59 negara mitra lainnya. AS berdalih kebijakan tarif tersebut didasari isu keamanan nasional serta dugaan praktik kerja paksa.
Pernyataan Resmi Kementerian Perdagangan China
Langkah proteksi dan balasan ini disampaikan langsung oleh juru bicara Kementerian Perdagangan China menyusul eskalasi kebijakan dari Washington.
Sikap Beijing: Kebijakan unilateral AS dinilai secara sepihak merugikan hak-hak dan kepentingan sah industri China.
- Pembatasan Ekspor: China memperketat kontrol dan menghentikan pengiriman unit drone, suku cadang vital, hingga alih teknologi terkait ke pasar Amerika Serikat.
- Sanksi Entitas: Enam perusahaan AS dijatuhi sanksi tegas, termasuk perusahaan bioteknologi Applied DNA Sciences dan lembaga riset Stratum Reservoir. Seluruh badan usaha maupun individu di China dilarang keras menjalin kemitraan atau transaksi dengan entitas tersebut.
- Tindakan Tambahan: Penangguhan verifikasi pabrik oleh lembaga sertifikasi China, investigasi keamanan nasional terhadap mesin fotokopi serta printer kantor rakitan AS, hingga pembekuan izin perusahaan pengujian kepatuhan AS.






