SILTV.COM – Aksi percobaan pembegalan kembali terjadi di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Dua orang pelaku diduga mengancam pengendara sepeda motor menggunakan senjata tajam saat melintas di kawasan Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Lokasi kejadian disebut berada di kawasan depan Kantor BNN Kota Lubuklinggau.
Dalam kejadian itu, seorang pengendara bernama Ade diduga menjadi sasaran dua pelaku. Korban yang sedang mengendarai sepeda motor Honda Sonic 150R seorang diri tiba-tiba dihadang dan diancam menggunakan senjata tajam.
Karena panik, korban terjatuh dari sepeda motornya. Ade kemudian berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Teriakan korban membuat warga berdatangan ke lokasi. Melihat situasi mulai ramai, kedua pelaku akhirnya memilih melarikan diri.
Sepeda motor milik korban tidak berhasil dibawa oleh pelaku.
Kanit Reskrim Polsek Lubuklinggau Barat, Aiptu Erwinsyah, membenarkan adanya informasi mengenai dugaan percobaan pembegalan tersebut.
Menurutnya, setelah menerima informasi, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Namun ketika polisi tiba, korban dan warga sudah meninggalkan tempat kejadian.
“Korban belum membuat laporan karena motornya tidak berhasil dicuri pelaku. Meskipun begitu kita tetap melakukan penyelidikan terkait percobaan pembegalan tersebut,” ujar Erwinsyah.
Dalam informasi lainnya, percobaan pembegalan juga dialami seorang pemuda bernama Reza di kawasan yang sama pada malam tersebut.
Reza saat itu sedang berboncengan dengan temannya menggunakan sepeda motor. Mereka kemudian diduga dipepet oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor Yamaha MX King.
Kedua orang tersebut diduga mengacungkan senjata tajam dan meminta Reza bersama temannya turun dari kendaraan.
Merasa berada dalam situasi berbahaya, Reza kemudian berlari sambil berteriak meminta pertolongan.
Saat kejadian, sejumlah pegawai BNN masih berada di sekitar kantor dan hendak meninggalkan lokasi. Kondisi tersebut diduga membuat para pelaku panik dan akhirnya melarikan diri.
Reza bersama temannya berhasil selamat dari kejadian tersebut. Namun sepeda motor yang mereka gunakan mengalami kerusakan.
Peristiwa itu juga membuat korban mengalami trauma.
Polisi Cek Lokasi Kejadian
Erwinsyah mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi setelah menerima informasi mengenai dugaan aksi pembegalan.
Namun, saat petugas datang, korban maupun warga sudah tidak berada di tempat.
“Tapi saat datang, korban dan warga sudah bubar, korban sudah pulang ke rumahnya,” kata Erwinsyah.
Polisi meminta masyarakat yang mengalami atau mengetahui tindak kejahatan agar segera melapor kepada pihak kepolisian.
Menurut Erwinsyah, laporan dari korban penting agar petugas dapat melakukan penyelidikan dan mengambil langkah hukum terhadap pelaku.
“Kami minta warga apabila mengalami tindak kejahatan diminta melapor, supaya dapat kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Selain itu, polisi masih mengumpulkan informasi terkait ciri-ciri pelaku yang disebut menggunakan sepeda motor Yamaha MX King serta membawa senjata tajam.
Kawasan Minim Penerangan
Kondisi lingkungan di sekitar lokasi juga menjadi perhatian. Erwinsyah menyebut kawasan tersebut memang pernah terjadi aksi begal.
Menurutnya, minimnya penerangan di sejumlah bagian jalan diduga menjadi salah satu faktor yang membuat lokasi tersebut rawan.
“Di TKP memang sering terjadi aksi begal, diduga karena area sana gelap,” tuturnya.
Warga berharap kondisi penerangan di kawasan tersebut dapat menjadi perhatian pihak terkait. Mereka juga meminta peningkatan pengawasan, terutama pada malam hari, guna mengantisipasi terjadinya tindak kriminal.
Kasus dugaan percobaan pembegalan tersebut kini masih menjadi perhatian kepolisian. Masyarakat juga diimbau lebih berhati-hati saat melintas di kawasan yang minim penerangan dan segera menghubungi polisi apabila menemukan aktivitas mencurigakan.





