“Direktur yang baru harus mampu membangun kekompakan bersama seluruh karyawan. Tantangan yang dihadapi cukup besar, namun saya optimistis dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, PDAM Tirta Bukit Sulap dapat bangkit dan berkembang,” kata Rachmat Hidayat.
Wali Kota juga memaparkan sejumlah sasaran yang harus diwujudkan dalam lima tahun ke depan. Di antaranya meningkatkan kualitas distribusi air bersih, memperluas jangkauan pelayanan ke wilayah yang belum terlayani secara maksimal, memperkuat sistem manajemen perusahaan, serta meningkatkan pendapatan tanpa mengurangi fungsi pelayanan kepada masyarakat.
Selain fokus pada pembenahan internal, Pemerintah Kota Lubuklinggau juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta dalam pengembangan sektor air bersih. Bahkan, menurut Wali Kota, saat ini telah ada investor yang menunjukkan minat untuk berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur pendukung layanan air minum di Kota Lubuklinggau.
“Pemerintah daerah akan menyiapkan seluruh regulasi yang diperlukan agar investasi tersebut dapat berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Dengan dilantiknya H. Suhada sebagai Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap periode 2026–2031, diharapkan perusahaan daerah tersebut mampu melakukan transformasi secara bertahap. Kehadiran kepemimpinan baru diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menghadirkan layanan air bersih yang lebih optimal bagi seluruh masyarakat Kota Lubuklinggau.
Pelantikan ini sekaligus menjadi penegasan komitmen Pemerintah Kota Lubuklinggau dalam memperbaiki sektor pelayanan publik, khususnya penyediaan air bersih, yang menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat.






