Viral Dugaan Pungli di SPBU Lubuklinggau, Pelaku Disebut Pernah Diamankan Polisi

oleh -59 Dilihat
Pungli Kembali Terjadi di SPBU Megang Lubuklinggau, Polisi Buru Terduga Pelaku

SILTV.COM – Dugaan aksi pungutan liar (pungli) kembali mencuat di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Kali ini, sejumlah pengendara yang tengah mengantre untuk mengisi BBM diduga dimintai sejumlah uang oleh dua pria yang disebut-sebut sebagai preman.

Aksi tersebut terekam dalam sebuah video dan kemudian beredar di media sosial hingga menjadi perhatian masyarakat.

Peristiwa itu disebut berlangsung di SPBU yang berada di Kelurahan Megang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, pada Selasa (23/9/2026) sore.

Dalam rekaman yang beredar, seorang sopir truk terlihat mengabadikan situasi ketika dua pria diduga mendatangi sejumlah pengendara yang sedang berada di antrean.

Sopir tersebut kemudian mempertanyakan alasan adanya permintaan uang kepada pengendara yang hendak membeli BBM.

Ia menyebut sebelumnya tidak pernah mengetahui adanya pungutan tambahan saat masyarakat mengantre di SPBU.

“Sejak kapan di pom bensin ini kita ngantre untuk beli BBM harus bayar pula. Setahu saya tidak ada,” ujar sopir dalam video.

Dalam rekaman tersebut, sopir juga menyebut alasan yang disampaikan pria tersebut antara lain untuk membeli kopi hingga biaya parkir.

Menurutnya, hal itu merupakan sesuatu yang baru diketahuinya selama mengantre di SPBU.

Pernah Terjadi Sebelumnya

Dugaan pungli di SPBU tersebut bukan kali pertama terjadi.

Pada Minggu (22/2/2026), kejadian serupa juga sempat berlangsung di lokasi yang sama.

Ketika itu, sejumlah orang yang diduga terlibat telah diamankan oleh pihak kepolisian. Mereka kemudian membuat surat pernyataan agar tidak kembali melakukan tindakan serupa.

Namun, dugaan aksi pungli kembali muncul beberapa bulan kemudian dan videonya tersebar di media sosial.

Kapolsek Lubuklinggau Utara, Iptu Sumardi Candra, membenarkan adanya informasi tersebut.

Menurut Sumardi, pihaknya menerima informasi mengenai kejadian itu dan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.

“Benar, kejadiannya itu terjadi kemarin sore. Anggota langsung menuju ke TKP, namun yang diduga para pelaku pungli itu tidak ada lagi di sana,” kata Sumardi, Rabu (24/9/2026).

Polisi Cari Perekam Video

Setelah tiba di lokasi, polisi berupaya mendapatkan keterangan dari orang yang merekam kejadian tersebut.

Petugas kemudian mencoba mencari sopir truk yang videonya beredar di media sosial. Namun, hingga saat ini polisi belum berhasil menemukannya.

“Kemudian kami mencoba mencari yang membuat video, tapi tidak ketemu juga,” ujarnya.

Keterangan dari sopir tersebut dinilai dapat membantu polisi mengetahui secara lebih jelas kronologi kejadian serta identitas orang yang diduga melakukan pungutan.

Diduga Pelaku Lama

Sumardi juga menyampaikan bahwa pihaknya menduga pria yang terlihat dalam video merupakan orang yang sebelumnya pernah diamankan karena melakukan dugaan pungli di SPBU tersebut.

Meski demikian, polisi masih perlu memastikan identitas mereka sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.

“Diduga yang melakukan pungli itu sepertinya para pelaku yang sebelumnya sempat diamankan. Kalau memang benar itu mereka, maka akan kami tindak lanjuti sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Polisi selanjutnya akan melakukan penyelidikan untuk memastikan siapa saja yang berada dalam video tersebut.

Petugas juga akan berupaya menemukan keberadaan orang-orang yang diduga melakukan pungutan terhadap pengendara.

“Ke depannya akan kita lakukan penyelidikan untuk memburu para pelaku pungli tersebut,” tutur Sumardi.

Polisi mengimbau masyarakat yang mengalami atau mengetahui adanya pungutan liar agar segera melaporkannya kepada pihak berwenang. Informasi dari masyarakat dapat membantu petugas melakukan penelusuran dan mencegah aksi serupa kembali terjadi.

Kasus dugaan pungli di SPBU Kelurahan Megang tersebut kini masih dalam proses penyelidikan kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.