ISPA Meningkat di Lubuklinggau, 1.993 Kasus Tercatat Sepanjang September

oleh -50 Dilihat
oleh
Kabut Asap dan Kemarau, 1.993 Warga Lubuklinggau Tercatat Alami ISPA

SILTV.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, mencatat sebanyak 1.993 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang September 2026.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi ini terjadi di tengah musim kemarau yang melanda wilayah Lubuklinggau dan diperparah dengan adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi menurunkan kualitas udara.

Kepala Dinkes Kota Lubuklinggau Marlinda Sari mengatakan, peningkatan kasus ISPA terjadi ketika masyarakat menghadapi kondisi udara yang kurang baik akibat kemarau dan asap karhutla.

“Ya ada peningkatan jumlah kasus daripada biasanya. Kondisi itu karena dampak dari musim kemarau maupun karhutla yang tengah melanda Lubuklinggau,” kata Marlinda, Rabu (16/9/2026).

Berdasarkan data Dinkes Lubuklinggau, pada periode 1-14 September 2026 tercatat sebanyak 1.806 kasus ISPA.

Kemudian pada 15 September 2026, jumlah tersebut bertambah sebanyak 187 kasus baru, sehingga total kasus ISPA yang tercatat sepanjang September mencapai 1.993 kasus.

Data tersebut dihimpun dari 16 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang berada di wilayah Kota Lubuklinggau.

“Kalau dilihat dari datanya memang ada peningkatan yang cukup signifikan. Dalam sehari saja seperti kemarin (15/9/2026) ada 187 kasus ISPA baru sehingga total untuk bulan ini menjadi 1.993 kasus,” jelasnya.

Marlinda mengatakan, jumlah tersebut masih berpotensi mengalami perubahan karena data kasus untuk hari-hari berikutnya masih terus dihimpun oleh Dinkes.

“Kita belum tahu apakah angka tersebut akan bertambah lagi atau tidak, untuk yang hari ini dan seterusnya akan kita data lagi,” ungkapnya.

Anak-anak hingga Lansia Terdampak

Dinkes Lubuklinggau juga mencatat kasus ISPA tersebut tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi terjadi pada berbagai kelompok usia.

Dari total 1.993 kasus, sebanyak 451 kasus dialami anak usia 1-5 tahun.

Sementara itu, sebanyak 1.542 kasus tercatat pada kelompok usia di atas 5 tahun.

“Untuk kasus usia 5 tahun ke atas itu sudah termasuk remaja, dewasa maupun lanjut usia (lansia),” terang Marlinda.

Menurutnya, kondisi kemarau dan paparan polusi udara menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap kesehatan saluran pernapasan masyarakat.

Karena itu, Dinkes Lubuklinggau mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kondisi udara dipengaruhi asap akibat karhutla.

Warga diminta menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi paparan terhadap asap rokok maupun polusi udara serta segera mendapatkan pemeriksaan apabila mulai mengalami gejala yang mengarah pada ISPA.

“Kita mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan, hindari asap rokok dan polusi udara, dan terpenting segera periksa ke fasilitas kesehatan jika ada gejala ISPA,” tuturnya.

Dinkes Lubuklinggau juga akan terus melakukan pendataan terhadap kasus ISPA melalui fasilitas pelayanan kesehatan untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan masyarakat selama musim kemarau dan periode karhutla.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.