SILTV.COM – Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera menjadi sorotan setelah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan hasil pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), beberapa daerah tercatat mengalami penurunan kualitas udara hingga masuk kategori sangat tidak sehat.
Pemantauan tersebut dilakukan menggunakan sistem pemantauan kualitas udara di berbagai daerah. Data hingga Minggu, 6 September 2026 pukul 14.00 WIB menunjukkan tiga lokasi di Sumatera Selatan memiliki kondisi udara terburuk dibandingkan titik pemantauan lainnya.
Namun, KLH belum memastikan bahwa tingginya konsentrasi partikulat di wilayah tersebut merupakan dampak langsung dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Pelaksana Tugas Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Noer Adi Wardoyo, mengatakan pihaknya masih melakukan kajian untuk mengetahui penyebab peningkatan partikulat di sejumlah wilayah.
Tiga Wilayah Sumatera Selatan Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
Berdasarkan pemantauan melalui Air Quality Monitoring System (AQMS) dan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), terdapat tiga lokasi di Sumatera Selatan yang berada dalam kategori sangat tidak sehat.
Ketiga wilayah tersebut adalah:
- Palembang Bukit Kecil
- Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
- Kabupaten Ogan Ilir
Kategori sangat tidak sehat menunjukkan kondisi udara yang dapat memberikan dampak lebih besar terhadap kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara.
Sejumlah Daerah Lain Masuk Kategori Tidak Sehat
Selain tiga wilayah dengan kondisi sangat tidak sehat, sejumlah daerah lainnya juga mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat.
Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Lahat, Kabupaten Musi Rawas, Kota Prabumulih, serta Kabupaten Musi Banyuasin melalui titik pemantauan Serasan Jaya.
Kemudian terdapat Kabupaten Tebo, Jambi Paal Lima, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur di Muara Sabak.
Sementara itu, beberapa daerah masih berada dalam kategori sedang. Di antaranya Kabupaten Muara Enim, Bengkulu Singaran Pati, dan Bandar Lampung Talang.







