SILTV.COM – Meta kembali menghebohkan lanskap teknologi global dengan merilis Muse Code, sebuah agen kecerdasan buatan (AI) teranyar yang dirancang khusus untuk mempermudah pekerjaan para pengembang perangkat lunak. Kehadiran teknologi ini didukung oleh model bahasa besar (large language model) terbaru mereka, Muse Spark 1.2, yang menjadi pusat pemrosesan perintah. Langkah strategis ini menandai masuknya Meta secara penuh ke dalam persaingan agen AI coding, menantang para pendahulunya seperti Claude Code buatan Anthropic serta Codex milik OpenAI.
Arsitektur Multitasking dan Fitur Canggih
Melalui unggahan di media sosial, CEO Meta Mark Zuckerberg memamerkan keunggulan Muse Code yang mampu mengeksekusi proyek rekayasa perangkat lunak skala besar secara mandiri—mulai dari perancangan struktur, penulisan baris kode, hingga validasi akhir. Kemampuan utama yang menonjol adalah kapabilitas pembagian tugas ke dalam beberapa sub-agen yang bekerja secara bersamaan di area kerja terisolasi.
“Saat menangani pekerjaan besar, sistem secara otomatis membaginya ke sub-agen terpisah yang beroperasi secara paralel. Dalam pengujian internal, agen ini berhasil membangun enam fitur permainan sekaligus tanpa mengalami bentrokan kode,” ungkap Zuckerberg.
Selain kemudahan instalasi cukup dengan satu perintah di terminal, Muse Code membawa sejumlah inovasi teknis unggulan:
- Async Background Agents: Agen AI tetap beroperasi secara terus-menerus tanpa henti untuk menyelesaikan tahapan berikutnya, sehingga menekan jeda waktu (latency) serta meminimalkan intervensi manual.
- Sistem Pencatatan Log Lokal: Setiap perintah, perubahan kode, dan eksekusi sistem tercatat secara runtut. Jika terjadi kegagalan sistem di tengah proses, pemulihan dapat dilakukan tepat di titik terakhir tanpa perlu mengulang dari awal.





