Kemampuan Vibe Coding dan Pemrosesan Media Visual
Muse Code juga mengusung fitur vibe coding, di mana pengguna cukup menyampaikan gagasan menggunakan bahasa sehari-hari atau materi visual tanpa harus menulis kode manual. Dalam uji coba yang dipamerkan Meta, sistem mampu memproses input berupa rekaman video format MP4 yang memperlihatkan isi sebuah ruangan, lalu secara otomatis membangun situs web pemasaran beserta sistem pemesanan rumah yang fungsional. Hal ini membuktikan bahwa Muse Code dapat memahami konteks visual secara mendalam, menjadikannya ramah bagi pengguna awam maupun programmer profesional.
Performa Benchmark dan Penawaran Harga Kompetitif
Dari segi performa, Meta mengklaim model Muse Spark 1.2 berhasil melampaui GPT-5.6 Terra milik OpenAI pada pengujian benchmark Terminal-Bench 2.1, serta membayangi keunggulan Claude Opus 5 buatan Anthropic. Pada pengujian jangka panjang DeepSWE 1.1, Muse Spark 1.2 juga mencatatkan hasil yang mengungguli Grok (X.ai) dan Gemini 3.6 Flash (Google).
Selain keandalan performa, Meta menyoroti efisiensi biaya sebagai nilai jual utama. Alexandr Wang, pimpinan Meta Superintelligence Labs, menegaskan bahwa Muse Code hadir sebagai solusi ekonomis bagi berbagai kebutuhan pengembangan aplikasi. Untuk model pembayaran sesuai penggunaan (pay-as-you-go), Meta menetapkan tarif:
- Token Input: US$1,25 (sekitar Rp22.500) per 1 juta token.
- Token Output: US$4,25 (sekitar Rp76.500) per 1 juta token.





