Pemkot Tegaskan Kabar Ambulans Terhambat CFN hingga Pasien Meninggal Tak Benar

oleh -55 Dilihat
Kabar Pasien Meninggal di Ambulans Akibat CFN Dibantah Pemkot Lubuk Linggau. (Foto: Dok. Diskominfo Lubuklinggau)

SILTV.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuk Linggau memberikan penjelasan terkait kabar yang beredar di media sosial mengenai seorang pasien yang disebut meninggal dunia di dalam ambulans saat perjalanan menuju Rumah Sakit (RS) AR Bunda.

Kabar tersebut dikaitkan dengan pelaksanaan Car Free Night (CFN) yang berlangsung di Kota Lubuk Linggau pada Sabtu (3/10/2026) malam. Dalam informasi yang beredar, disebutkan ambulans mengalami hambatan perjalanan akibat adanya kegiatan CFN hingga pasien dikabarkan meninggal dunia.

Namun, Pemkot Lubuk Linggau memastikan informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta yang ditemukan di lapangan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan) Kota Lubuk Linggau, Ervan Affansyah, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan serta meminta konfirmasi langsung kepada pihak RS AR Bunda.

Ervan mengatakan, penelusuran dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi yang telah menjadi perhatian masyarakat tersebut.

“Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan dan konfirmasi dengan pihak RS AR Bunda, tidak ditemukan data maupun bukti yang membenarkan informasi tersebut,” ujar Ervan.

Ia menegaskan, hingga proses klarifikasi dilakukan, tidak terdapat bukti yang menunjukkan adanya pasien meninggal dunia di dalam ambulans akibat terhambat kegiatan Car Free Night.

Dengan demikian, kabar yang mengaitkan pelaksanaan CFN dengan meninggalnya seseorang di dalam ambulans dinyatakan tidak benar atau hoaks.

Dalam penyampaian klarifikasi tersebut, Ervan didampingi Tim Percepatan Pembangunan Pemkot Lubuk Linggau H Merismon, Plt Asisten Administrasi Umum H Dian Chandera, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga H Resta Irwan Putra, Kepala Dinas Perhubungan H Hendra Gunawan serta Kabag Hukum Ulil Amri.

Pemkot Lubuk Linggau juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar sebelum mengetahui sumber dan kebenarannya.

Terlebih, informasi yang menyangkut keselamatan, kesehatan maupun kondisi seseorang dinilai perlu disikapi secara hati-hati karena dapat menimbulkan kepanikan dan keresahan apabila ternyata tidak sesuai fakta.

“Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” kata Ervan.

Pemkot berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dengan melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum meneruskan sebuah informasi kepada orang lain.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penyebaran kabar keliru sekaligus menjaga situasi tetap kondusif di tengah masyarakat Kota Lubuk Linggau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.