SILTV.COM – Dulu, saya memandang pembelian voucher token listrik sebagai rutinitas bulanan biasa yang tak perlu terlalu dipusingkan. Asal bunyi alarm meteran sudah mulai melengking kencang, saat itulah saya buru-buru membeli pulsa listrik baik nominal Rp50.000 maupun Rp100.000, menyesuaikan kondisi dompet kala itu.
Namun, lama-kelamaan timbul kejanggalan. Nominal pembelian yang sama terasa kian cepat kandas. Padahal, tidak ada penambahan barang elektronik baru di rumah. Dari situ saya tersadar, isu utamanya bukan sekadar seberapa sering kita memakai alat elektronik, melainkan bagaimana kebiasaan harian kita dalam mengelolanya.
Inspirasi perubahan ini makin kuat setelah saya membaca ulasan Kompas.com (21 Juli 2026) terkait panduan efisiensi tagihan rutin dari ShopeePay. Seperti yang diungkapkan Eka Nilam Dari selaku Pimpinan ShopeePay Indonesia, pos pengeluaran harian dan tagihan berkala merupakan kewajiban yang tak terelakkan, sehingga menuntut kecermatan dalam pengelolaannya.
Membongkar Kebiasaan Lewat Catatan Sederhana dan PLN Mobile
Langkah awal yang saya tempuh sangat praktis: mencatat setiap tanggal pembelian pulsa listrik serta durasi ketahannya. Begitu data terhimpun di ponsel, pola pemborosan langsung terlihat jelas.
Token rupanya cepat tersedot akibat kebiasaan sepele:
- Rice cooker yang terus berada dalam mode menghangatkan (warm) sepanjang hari.
- Kipas angin yang dibiarkan berputar tanpa henti sepanjang malam.
- Kabel pengisi daya (charger) yang tetap menancap di stopkontak meski tidak digunakan.
Selain itu, saya mengoptimalkan fitur pada aplikasi PLN Mobile. Memantau riwayat konsumsi daya secara berkala membantu saya melihat grafik pemakaian. Jika grafik menunjukkan lonjakan, saya bisa langsung mengevaluasi penggunaan listrik di rumah.





