Lahirnya Kartu Magnetik dan “Total Teller” di Amerika Serikat
Di Amerika Serikat, Don Wetzel seorang Vice President Product Planning di Docutel mendapatkan ide membuat ATM saat sedang mengantre di sebuah bank di Dallas pada tahun 1968. Bersama Tom Barnes (insinyur mekanik) dan George Chastain (insinyur listrik), Wetzel mengembangkan prototipe ATM dengan investasi mencapai 5 juta dolar AS.
Inovasi utama dari tim Docutel meliputi dua hal mendasar:
- Kartu ATM Bergaris Magnetik: Mengembangkan kartu khusus berstrip magnetik yang menyimpan data rekening, membedakannya dari kartu kredit biasa masa itu.
- Pengembangan “Total Teller”: Pemasangan awal pada 1969 di Chemical Bank, New York, hanya berfungsi sebagai penarik uang tunai. Pada tahun 1971, Docutel meluncurkan “Total Teller” yang sanggat canggih karena mampu menerima setoran, transfer antar-rekening, serta pembayaran kartu kredit.
Evolusi Jaringan Komputer Perbankan
Selain nama-nama di atas, tokoh lain seperti James Goodfellow asal Skotlandia memegang paten awal mesin ATM berbasis kartu pada 1966, sementara John D. White dari Amerika Serikat merancang desain ATM berdiri bebas (free-standing).
Pada era awal, seluruh mesin ATM beroperasi secara offline tanpa terhubung ke jaringan komputer pusat. Hal ini membuat bank sangat selektif dalam memberikan akses ATM hanya kepada nasabah bereputasi baik. Baru pada pertengahan hingga akhir 1980-an, integrasi jaringan komputer online secara real-time mulai diterapkan. Transformasi ini menghubungkan rekening nasabah secara langsung dan menjadikan mesin ATM sebagai standar utama perbankan global seperti yang kita gunakan saat ini.






