SILTV.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau memastikan untuk sementara tetap menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan (Sumsel) 2027.
Kepastian tersebut disampaikan Wali Kota Lubuklinggau H Rachmat Hidayat atau Yoppy Karim. Sebelumnya, Pemkot Lubuklinggau sempat mempertimbangkan untuk mundur sebagai tuan rumah karena menghadapi keterbatasan anggaran.
Yoppy mengatakan, persoalan anggaran menjadi salah satu kendala utama dalam persiapan Porprov. Terlebih, kondisi keuangan daerah saat ini terbatas sehingga Pemkot tidak mampu menanggung seluruh kebutuhan pembangunan venue secara mandiri.
“Porprov kemarin kami sudah komunikasi dengan Sekum. Karena memang keterbatasan anggaran kita, kami kemarin coba diskusi sama Pak Gubernur bahwa itu akan dibantu melalui Forum CSR Provinsi Sumatera Selatan,” kata Yoppy, Senin (14/9/2026).
Namun, skema pembiayaan melalui Forum CSR Provinsi Sumsel dinilai belum mampu mencukupi seluruh kebutuhan pembangunan venue Porprov.
Persoalan tersebut kemudian kembali dibahas saat Gubernur Sumsel berkunjung ke Kota Lubuklinggau. Dalam pertemuan itu, Gubernur meminta Lubuklinggau tidak mundur dari statusnya sebagai tuan rumah.
“Terakhir saat kunjungan pelantikan dan Rakerwil Muhammadiyah di Lubuklinggau, Pak Gub melarang untuk mundur. Akhirnya akan dibantu pembangunan venue utamanya,” ujar Yoppy, Selasa (15/9/2026).
Kebutuhan Venue Utama Capai Rp80 Miliar
Yoppy menyebut kebutuhan anggaran untuk pembangunan venue utama dan persiapan pelaksanaan Porprov diperkirakan mencapai sekitar Rp80 miliar.
Dengan kondisi transfer keuangan ke daerah yang terbatas, Pemkot Lubuklinggau mengaku tidak sanggup apabila seluruh kebutuhan tersebut harus dibiayai menggunakan APBD Kota Lubuklinggau.
“Dengan anggaran segitu kita tidak mampu. Alhamdulillah Pak Gub support, pokoknya venue utama dibantu provinsi dan suruh berkoordinasi dengan Sekda,” ungkapnya.
Karena itu, Pemkot Lubuklinggau akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumsel, khususnya Sekretaris Daerah (Sekda), untuk membahas bentuk serta mekanisme dukungan anggaran.
“Rencananya minggu-minggu ini Pemkot Lubuklinggau akan berkoordinasi untuk melihat skema bantuannya seperti apa,” katanya.
Sejumlah Venue Masih Belum Siap
Di sisi lain, Yoppy mengakui masih terdapat sejumlah venue pertandingan yang belum sepenuhnya siap digunakan untuk Porprov Sumsel 2027.
Salah satu venue yang menjadi perhatian utama adalah Stadion Petanang yang direncanakan menjadi venue utama. Stadion tersebut nantinya digunakan untuk sejumlah cabang olahraga, termasuk atletik.
Selain itu, terdapat kebutuhan pembangunan atau penyiapan lintasan aspal untuk beberapa cabang olahraga yang membutuhkan fasilitas khusus.
“Dari beberapa venue yang akan dipertandingkan itu saat ini banyak belum siap, Stadion Petanang, venue atletik juga, aspal meliputi cabor IMI yakni road race, balap sepeda dan sepatu roda, panjat tebing, pentathlon, tembak,” jelas Yoppy.
Ia mengatakan, pembangunan tidak dapat dipaksakan selesai dalam waktu singkat karena dikhawatirkan berdampak terhadap kualitas pekerjaan.
Untuk tahap awal, sejumlah pekerjaan yang memungkinkan dilakukan pada APBD perubahan di antaranya pembangunan fasilitas panjat tebing, pengaspalan lintasan motor, lintasan balap sepeda dan sepatu roda, serta lapangan petanque.
Sementara untuk venue utama, pembangunan direncanakan dapat dimulai pada awal 2027. Dengan demikian, waktu pengerjaan dapat lebih panjang dan kualitas pembangunan dapat lebih terjaga.
“Untuk venue utamanya mungkin di awal tahun 2027, sehingga waktu pelaksanaannya panjang dan kita bisa jaga kualitas. Kalau waktunya sedikit ya otomatis pasti berdampak dengan kualitasnya,” ujarnya.
Porprov 2027 Tetap Digelar di Lubuklinggau
Dengan adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumsel, Yoppy memastikan pelaksanaan Porprov 2027 di Lubuklinggau tetap diupayakan berjalan.
Jadwal pelaksanaan masih akan menyesuaikan dengan kesiapan venue. Semula, Porprov direncanakan bertepatan dengan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Lubuklinggau.
Namun, apabila fasilitas belum siap pada jadwal awal, pelaksanaan dapat diundur hingga November atau Desember 2027.
“Kalaupun venue itu dibantu dari Provinsi, insya Allah pelaksanaan Porprov akan tetap berlanjut di tahun 2027, tinggal waktunya,” tegas Yoppy.
Ia menambahkan, keputusan final mengenai kesiapan Lubuklinggau sebagai tuan rumah masih menunggu hasil koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumsel.
“Makanya keputusan final setelah kami akan koordinasi dengan Sekda,” katanya.
Menurut Yoppy, koordinasi tersebut penting untuk memastikan secara jelas skema dukungan Pemerintah Provinsi Sumsel, khususnya terkait pembangunan venue utama.
Dengan demikian, untuk sementara Lubuklinggau tetap berada pada posisi sebagai tuan rumah Porprov Sumsel 2027 sembari menunggu kepastian teknis dan pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Sumsel.







