Mau Perluas Sumur, Dua Pekerja di Muara Enim Tak Sadarkan Diri hingga Meninggal

oleh -39 Dilihat
oleh
Sumur Sedalam 13 Meter Jadi Lokasi Maut, Dua Pekerja Kehilangan Nyawa. (Foto: Dok. Polres Muara Enim)

SILTV.COM – Nasib nahas menimpa dua pekerja penggali sumur di Desa Muara Lawai, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Keduanya meninggal dunia setelah diduga kehilangan kesadaran ketika bekerja di dalam sumur milik warga pada Sabtu (10/10/2026).

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung di Jalan Cik Agus Kiemas, RT 01, Dusun 05, Desa Muara Lawai. Sumur yang sedang dikerjakan diketahui memiliki kedalaman sekitar 12 hingga 13 meter.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua pekerja tersebut tengah melakukan pendalaman sumur untuk mencari sumber mata air. Namun, pekerjaan itu berubah menjadi musibah ketika salah seorang pekerja tiba-tiba pingsan setelah mencapai dasar sumur.

Kasi Humas Polres Muara Enim, Kompol RTM Situmorang, menjelaskan bahwa korban pertama berinisial H (42) turun ke dalam sumur menggunakan tali dengan bantuan anggota keluarganya.

Setibanya di dasar sumur, korban mendadak kehilangan kesadaran. Melihat kondisi tersebut, rekannya berinisial A (40) berusaha memberikan pertolongan dengan ikut turun ke dalam sumur.

Nahas, korban kedua juga mengalami kejadian serupa hingga keduanya tidak sadarkan diri di dasar sumur.

Dugaan sementara, kondisi tersebut berkaitan dengan kemungkinan adanya gas berbahaya di dalam sumur. Meski demikian, penyebab pasti kematian kedua pekerja belum dapat dipastikan.

Dievakuasi Petugas Gabungan

Mengetahui kejadian tersebut, saksi di lokasi segera meminta bantuan dan menghubungi pemilik rumah. Selanjutnya, petugas pemadam kebakaran dan Bhabinkamtibmas dihubungi untuk membantu proses evakuasi.

Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim bersama petugas terkait turut melakukan upaya penyelamatan. Proses evakuasi berlangsung dengan penuh kehati-hatian karena kedua korban berada di dalam sumur yang cukup dalam dan terdapat dugaan potensi bahaya pada udara di dalamnya.

Setelah melalui upaya evakuasi, kedua korban berhasil dikeluarkan dari sumur sekitar pukul 12.50 WIB. Mereka kemudian dibawa ke Rumah Sakit Rabbain Muara Enim untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kompol RTM Situmorang menegaskan bahwa dugaan paparan gas berbahaya masih memerlukan kepastian dan belum bisa dinyatakan sebagai penyebab kematian kedua korban.

Pihak keluarga selanjutnya menyatakan tidak bersedia dilakukan visum et repertum maupun autopsi dan bersedia membuat surat pernyataan. Jenazah kedua pekerja kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Warga Diingatkan Waspadai Bahaya di Dalam Sumur

Peristiwa tersebut menjadi pengingat mengenai tingginya risiko pekerjaan di ruang tertutup, termasuk saat melakukan penggalian atau pendalaman sumur.

Staf Kedaruratan BPBD Kabupaten Muara Enim, Suwardi, sebelumnya mengimbau masyarakat agar menjauhi area sumur selama proses evakuasi berlangsung. Ia juga mengingatkan pekerja penggali sumur untuk memperhatikan faktor keselamatan sebelum memulai pekerjaan.

Sementara itu, Kompol RTM Situmorang meminta masyarakat tidak mengambil tindakan penyelamatan secara spontan dengan masuk ke dalam sumur ketika menemukan seseorang pingsan.

Menurutnya, tindakan tersebut justru dapat membahayakan penolong apabila kondisi udara di dalam sumur belum diketahui dan perlengkapan keselamatan tidak memadai.

Masyarakat disarankan segera menghubungi petugas terlatih apabila terjadi keadaan darurat di dalam sumur atau ruang tertutup. Pemeriksaan kondisi udara serta penggunaan peralatan keselamatan yang sesuai juga menjadi hal penting sebelum pekerjaan dilakukan.

Hingga informasi ini disusun, dugaan adanya gas berbahaya masih belum terkonfirmasi sebagai penyebab meninggalnya kedua pekerja tersebut. Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan agar prosedur keselamatan kerja tidak diabaikan, terutama pada pekerjaan yang dilakukan di ruang terbatas dengan risiko yang tidak terlihat secara langsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.