Anak Kucing Kuwuk Ditemukan Warga di Lahan Bekas Kebakaran Ogan Ilir

oleh -34 Dilihat
Ditemukan Tanpa Induk di Ogan Ilir, Anak Kucing Kuwuk Dievakuasi. (Foto: Dok. BKSDA Sumsel)

SILTV.COM – Seekor anak kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis) ditemukan warga dalam kondisi terpisah dari induknya di sekitar kawasan lahan bekas terbakar di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Satwa liar yang diperkirakan masih berusia sekitar dua bulan itu pertama kali ditemukan masyarakat pada Sabtu (26/9/2026). Setelah ditemukan, anak kucing kuwuk tersebut sempat dirawat oleh warga selama kurang lebih dua hari sebelum keberadaannya dilaporkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan.

Kepala BKSDA Sumsel Daniwari Widiyanto mengatakan, informasi mengenai keberadaan satwa tersebut diterima petugas melalui layanan call center. Laporan itu kemudian segera ditindaklanjuti dengan mengerahkan tim Wildlife Rescue Unit (WRU) ke lokasi untuk melakukan penyelamatan.

Menurut Daniwari, evakuasi dilakukan karena kondisi anak kucing kuwuk masih sangat rentan. Terlebih, satwa tersebut ditemukan tanpa keberadaan induknya sehingga membutuhkan penanganan khusus untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap terjaga.

“Anakan kucing kuwuk ditemukan dalam kondisi terpisah dari induknya sehingga penanganan segera diperlukan,” ujar Daniwari, Kamis (1/10/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang menemukan satwa tersebut. Langkah masyarakat melaporkan dan menyerahkan satwa kepada petugas dinilai membantu proses penyelamatan serta memastikan kucing kuwuk mendapat penanganan sesuai ketentuan konservasi.

Setelah berhasil dievakuasi, anak kucing kuwuk tersebut selanjutnya diserahkan kepada tim PRS Punti Kayu. Satwa itu akan menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan untuk mengetahui kondisi fisiknya.

Hasil pemeriksaan nantinya menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan berikutnya, termasuk proses perawatan dan tindakan konservasi yang diperlukan.

Kucing kuwuk merupakan salah satu satwa liar yang keberadaannya perlu mendapat perhatian. Temuan satwa liar di sekitar kawasan terdampak kebakaran juga menjadi perhatian karena habitat dan sumber pakan satwa dapat terganggu akibat kerusakan lingkungan.

BKSDA Sumsel mengimbau masyarakat yang menemukan satwa liar dalam kondisi terpisah dari habitat atau induknya agar tidak sembarangan memelihara maupun memindahkannya. Masyarakat dapat segera melaporkan temuan tersebut kepada petugas berwenang agar satwa memperoleh penanganan yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.