Bocah 9 Tahun Tenggelam di Sungai Komering OKU Timur, Tim SAR Masih Mencari

oleh -33 Dilihat
oleh
Bocah 9 Tahun Tenggelam di Sungai Komering OKU Timur, Teman Sempat Beri Pertolongan. (Foto: Dok. Basarnas Palembang)

SILTV.COM – Seorang bocah berusia 9 tahun bernama Rapi Pratama bin Mustawa dilaporkan tenggelam di Sungai Komering, Desa Riang Bandung, Kecamatan Madang Suku II, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 11.45 WIB. Saat itu, Rapi bersama dua orang temannya bermain di sekitar tepian Sungai Komering setelah pulang sekolah.

Saat sedang bermain, korban diduga terpeleset hingga terjatuh ke dalam sungai. Kedua temannya sempat mencoba memberikan pertolongan. Namun, korban diketahui tidak memiliki kemampuan berenang sehingga tubuhnya terbawa arus dan kemudian tenggelam.

Laporan mengenai kejadian tersebut diterima Kantor SAR Palembang sekitar pukul 13.30 WIB. Setelah menerima informasi, tim rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.

Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin mengatakan, proses pencarian dilakukan bersama sejumlah unsur SAR gabungan dengan menyusuri aliran Sungai Komering.

“Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian dengan penyisiran di atas permukaan air di sekitar lokasi kejadian. Pencarian dilakukan hingga radius kurang lebih tiga kilometer menggunakan perahu karet dan perahu masyarakat,” ujar Raymond, Selasa (22/9/2026).

Dalam operasi tersebut, personel Basarnas Kantor SAR Palembang dibantu TNI/Polri, Damkar, BPBD, Pemerintah Desa serta masyarakat. Petugas menyisir sejumlah bagian sungai untuk mencari keberadaan korban.

Pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi arus Sungai Komering serta faktor keselamatan para personel yang berada di lapangan.

Hingga proses pencarian berlangsung, tim SAR gabungan masih berupaya menemukan korban dengan melakukan penyisiran menggunakan perahu karet dan perahu milik masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

Raymond turut mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya ketika berada di sekitar sungai atau wilayah yang memiliki potensi bahaya.

“Pengawasan orang tua sangat penting, jangan biarkan anak-anak bermain di sekitar sungai tanpa pendampingan, terlebih bagi anak yang belum memiliki kemampuan berenang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.