Dilaporkan Ayah Sendiri, Pria di Lubuklinggau Diduga Gelapkan Motor dan Curi Kopi Keluarga

oleh -29 Dilihat
oleh
Terungkap! Pria Lubuklinggau Jual Motor Ayah dan Bobol Gudang Kopi Milik Keluarga

SILTV.COM – Seorang pria berinisial DR (44) harus berhadapan dengan hukum setelah diduga menggelapkan sepeda motor milik ayahnya dan mengambil sejumlah karung kopi dari gudang keluarganya.

DR merupakan warga Jalan Depati Said, Kelurahan Pelita Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Ia diamankan polisi pada Senin (31/8/2026) setelah orang tuanya melaporkan perbuatan tersebut. Keluarga mengaku sudah merasa resah dengan perilaku DR yang disebut kerap membuat keributan di rumah.

Kanit Reskrim Polsek Lubuklinggau Barat, Aipda Erwinsyah, membenarkan adanya penangkapan tersebut.

Menurutnya, laporan dari keluarga berkaitan dengan dugaan penggelapan sepeda motor Honda Beat dan pencurian kopi yang tersimpan di gudang samping rumah.

“Tersangka kita amankan berdasarkan laporan orang tuanya yang sudah merasa resah dengan aktivitas tersangka,” kata Erwinsyah, Selasa (1/9/2026).

Pinjam Motor untuk Beli Sarapan, Berakhir Dijual

Peristiwa penggelapan sepeda motor bermula ketika DR meminjam kendaraan milik ayahnya.

Saat itu, DR meminta izin menggunakan Honda Beat merah dengan nomor polisi BG 2475 HF dengan alasan hendak membeli makanan.

Sang ayah kemudian memberikan kunci kendaraan tersebut. DR lantas pergi menuju kawasan Talang Rejo untuk membeli sarapan.

Namun, setelah selesai makan, muncul niat DR untuk menjual sepeda motor yang dipinjamnya.

Ia kemudian kembali ke rumah untuk mengambil tas dan pakaian sebelum meninggalkan Lubuklinggau menuju Desa Ribang Kemambang, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara.

Di daerah tersebut, DR menemui seorang rekannya dan menawarkan sepeda motor lengkap dengan dokumen kendaraan untuk dijual.

Rekannya ternyata tidak memiliki cukup uang untuk membeli motor tersebut. Kendaraan itu kemudian dibeli seorang warga bernama Pahal dengan harga sekitar Rp4 juta.

Uang Penjualan Motor Dipakai untuk Merantau

Setelah memperoleh uang dari penjualan sepeda motor, DR menggunakan sebagian besar uang tersebut untuk pergi ke Bogor dengan menggunakan bus ALS.

Selama berada di Bogor, uang hasil penjualan motor digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, termasuk membeli pakaian serta makanan dan minuman.

Beberapa hari kemudian, uang tersebut tersisa sekitar Rp1,2 juta.

DR selanjutnya meninggalkan Bogor dan menuju Lahat. Uang yang tersisa kembali digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hingga akhirnya, DR kembali ke Lubuklinggau dengan uang yang disebut hanya tersisa sekitar Rp250 ribu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.