Gagal Menjadi Anak yang Membanggakan, Mahasiswa 22 Tahun Meninggal di Kamar Kos Palembang

oleh -46 Dilihat
oleh
Kisah Pilu Mahasiswa 22 Tahun, Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Palembang. (Foto: Dok. Polisi)

SILTV.COM – Warga Jalan Irigasi, Lorong Sehat, Kelurahan Srijaya, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang, Sumatera Selatan, dikejutkan dengan penemuan seorang mahasiswa berusia 22 tahun meninggal dunia di kamar kosnya, Senin (21/9/2026) dini hari.

Korban diketahui berinisial SF (22), seorang mahasiswa asal Desa Babat, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 04.15 WIB. Sebelum ditemukan meninggal dunia, SF sempat mengirimkan pesan kepada pihak keluarganya.

Pesan tersebut membuat keluarga korban khawatir sehingga meminta seorang teman satu kampung korban, Ario, yang juga berada di Palembang, untuk segera mengecek kondisi SF di tempat kosnya.

Pesan yang ditemukan di telepon seluler korban tersebut berisi permintaan maaf kepada keluarga. Salah satu bagian pesannya berbunyi, “Minta maaf, gagal jadi anak…”

Mendapat permintaan dari keluarga korban, Ario langsung menuju tempat kos SF.

Setibanya di lokasi, Ario mendapati pintu kamar korban dalam keadaan terkunci. Ia kemudian mencoba memanggil SF beberapa kali, tetapi tidak mendapatkan jawaban.

Ario kemudian melihat jendela kamar dalam kondisi terbuka. Karena khawatir, ia masuk melalui jendela tersebut untuk memastikan kondisi temannya.

Di dalam kamar, Ario mendapati SF telah meninggal dunia.

Ario kemudian melaporkan penemuan tersebut kepada ketua rukun tetangga (RT) setempat. Informasi itu selanjutnya diteruskan kepada pihak kepolisian.

Kapolsek Sukarami Palembang Kompol Alex Andriyan membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Jadi benar, begitu mendapatkan laporan dari teman korban, anggota piket fungsi, Reskrim Polsek, Inafis dan SPKT Polrestabes Palembang langsung mendatangi TKP untuk melakukan olah TKP dan mengambil keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian,” ungkap Alex, Selasa (22/9/2026).

Petugas kepolisian kemudian melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Jenazah SF selanjutnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Palembang untuk penanganan lebih lanjut.

Alex menambahkan, pihak keluarga korban telah menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah.

“Pihak keluarga korban menyatakan tidak akan melakukan autopsi dan selanjutnya jenazah telah diserahkan kepada orang tuanya,” tutup Alex.

Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian warga sekitar. Pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan di lokasi dan mengumpulkan keterangan saksi terkait kejadian tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.