ISPA di Lubuklinggau Menurun, Dinkes Tetap Ingatkan Bahaya Kabut Asap

oleh -19 Dilihat
Kasus ISPA di Lubuklinggau Turun dari 135 Jadi 83 Pasien

SILTV.COM – Kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, mulai membaik. Seiring menipisnya kabut asap, jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) juga mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan awal Oktober 2026.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau, jumlah pasien ISPA yang tercatat pada Minggu, 25 Oktober 2026, sebanyak 83 orang. Angka tersebut turun dari 135 pasien pada awal Oktober.

Penurunan kasus ini menjadi kabar positif di tengah kondisi kualitas udara yang sebelumnya sempat memburuk akibat kabut asap.

Berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kualitas udara di Kota Lubuklinggau pada September 2026 pernah mencapai angka 184 atau masuk kategori tidak sehat. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam periode yang dilaporkan.

Sementara itu, pada Selasa, 27 Oktober 2026, nilai ISPU tercatat turun menjadi 147. Meski mengalami penurunan, angka tersebut masih menunjukkan kualitas udara yang tidak sehat sehingga masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Dinkes Kota Lubuklinggau, Marlinda Sari, mengatakan penurunan jumlah pasien ISPA terlihat cukup signifikan sepanjang Oktober 2026.

Menurutnya, jumlah kasus yang sebelumnya bisa mencapai ratusan kini berada di kisaran 80 pasien. Kondisi ini berbeda dengan September lalu, ketika kasus ISPA sempat mengalami peningkatan cukup tinggi.

“sangat jauh turunnya, di bulan ini terlihat sangat signifikan menurun. Biasanya kasusnya bisa ratusan, sekarang hanya sekitar 80. Tidak seperti di bulan September lalu puncaknya kasus ISPA kita cukup tinggi,” kata Marlinda, Selasa (27/10/2026).

Berkurangnya jumlah pasien juga berdampak pada kondisi pelayanan kesehatan di sejumlah rumah sakit. Jika sebelumnya beberapa rumah sakit sempat mengalami lonjakan kunjungan pasien ISPA hingga penuh, kini situasinya mulai lebih terkendali.

Marlinda menyebut kondisi tersebut sejalan dengan kabut asap yang mulai menipis dalam beberapa hari terakhir.

“Kemarin memang sempat di setiap rumah sakit full karena ISPA, kalau sekarang sudah mulai landai. Apalagi sekarang kabut asapnya sudah mulai menipis,” ujarnya.

BACA JUGA: Modus Jaminan Lulus CPNS, Pria di Palembang Ditangkap, Korban Rugi Rp250 Juta

Warga Diminta Tetap Waspada

Meski kondisi udara dan jumlah pasien ISPA mulai menunjukkan perbaikan, Dinkes Kota Lubuklinggau mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan risiko kesehatan akibat paparan kabut asap.

Masyarakat diminta tetap menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan serta membatasi kegiatan di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak.

Pasalnya, kabut asap mengandung partikel halus yang tidak selalu terlihat oleh mata, tetapi dapat mengganggu sistem pernapasan jika terhirup.

“Imbauan kita, tetap pakai masker dan kurangi aktivitas di luar rumah. Karena dari kabut asap itu ada partikel yang tidak terlihat yang mengganggu kesehatan,” jelas Marlinda.

Perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak usia sekolah. Dinkes melalui puskesmas terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya paparan kabut asap dan pentingnya menjaga kesehatan pernapasan.

Menurut Marlinda, upaya edukasi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar anak-anak lebih memahami cara melindungi diri dari dampak pencemaran udara.

“Sosialisasi ke sekolah melalui Puskesmas juga terus kita lakukan, agar mereka teredukasi. Meskipun sebetulnya, ini juga kesadaran pribadi. Peran orang tua juga penting,” tegasnya.

Selain menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan, masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan lingkungan serta menjauhi sumber polusi, termasuk asap rokok.

Marlinda menegaskan, warga yang mengalami gejala gangguan pernapasan sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan agar memperoleh penanganan yang tepat.

“Kita mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan, hindari asap rokok dan polusi udara, dan terpenting segera periksa ke fasilitas kesehatan jika ada gejala ISPA,” tuturnya.

Penurunan jumlah pasien ISPA di Lubuklinggau menjadi perkembangan yang menggembirakan. Namun, selama kualitas udara belum sepenuhnya membaik, masyarakat tetap perlu menerapkan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap.

BACA JUGA: Tumpahan Solar dan Oli Picu Kecelakaan di Lubuk Linggau, Bayi 7 Bulan Jadi Korban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.