SILTV.COM – Ketersediaan beras untuk masyarakat di Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas (Mura), dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dipastikan masih aman hingga akhir 2026.
Bulog Lubuklinggau memastikan stok yang tersedia saat ini, ditambah pasokan yang sedang dalam perjalanan, mampu menopang kebutuhan penyaluran beras di tiga wilayah tersebut.
Kepala Bulog Lubuklinggau, Mukhlis Affandi, mengatakan secara umum kondisi stok beras di Sumatera Selatan juga masih mencukupi. Bahkan, persediaan beras di tingkat provinsi diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan hingga sekitar 10 bulan ke depan.
“Stok kita aman. Karena memang stok secara Sumsel itu cukup untuk 10 bulan ke depan. Memang posisi sekarang sebagian stok masih ada di Kanwil. Tapi insyaallah untuk stok Lubuklinggau, Musi Rawas dan Muratara aman,” kata Mukhlis, Senin (28/9/2026).
Untuk wilayah kerja Bulog Lubuklinggau, saat ini tersedia sekitar 1.000 ton beras di gudang. Jumlah tersebut diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan penyaluran rutin selama kurang lebih dua bulan.
Bulog juga masih menantikan pasokan tambahan sebanyak 5.000 ton yang saat ini dalam perjalanan. Setelah tiba dan masuk ke gudang, tambahan tersebut akan memperkuat cadangan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar enam bulan ke depan.
“Saat ini stok ada sekitar 1.000 ton dan itu masih cukup untuk dua bulan ke depan. Kemudian ada stok dalam perjalanan sebanyak 5.000 ton. Insyaallah segera memenuhi stok di gudang kita untuk kebutuhan enam bulan ke depan,” ujarnya.
Penyaluran SPHP Capai 3.200 Ton
Mukhlis menjelaskan, penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah MLM yang mencakup Musi Rawas, Lubuklinggau dan Muratara juga terus berjalan.
Sejak Maret hingga September 2026, total penyaluran SPHP di tiga wilayah tersebut telah mencapai sekitar 3.200 ton.
Sementara itu, untuk program bantuan pangan periode Juli hingga September 2026, Kabupaten Musi Rawas menjadi wilayah dengan jumlah penyaluran terbesar. Total beras bantuan pangan yang disalurkan di daerah tersebut mencapai sekitar 2.100 ton.
Kemarau Belum Ganggu Panen Petani
Di tengah kondisi musim kemarau, Bulog Lubuklinggau menyebut hasil pertanian di Musi Rawas sejauh ini belum mengalami gangguan berarti.
Mukhlis menjelaskan, kondisi tersebut tidak terlepas dari periode saat ini yang memang memasuki masa selang tanam. Selain itu, keberadaan jaringan irigasi di Musi Rawas turut mendukung aktivitas pertanian masyarakat.
Menurutnya, apabila curah hujan tetap berlangsung dengan baik, panen dalam jumlah besar diperkirakan kembali berlangsung pada November hingga Desember 2026.
“Sebenarnya dengan irigasi yang ada di Musi Rawas, kalau hujan ini masih berjalan, insyaallah kita di bulan November dan Desember bakal ada panen besar lagi yang bisa kita optimalkan penyerapan,” ungkapnya.
Ia mengatakan pola tersebut juga terjadi pada tahun sebelumnya. Penyerapan beras pada September cenderung lebih rendah karena petani memasuki masa tanam, sedangkan panen kembali meningkat pada November dan Desember.
“Karena di tahun lalu juga penyerapan bulan September itu minim, karena masa selang, masa tanam. Jadi masa panennya itu di antara November dan Desember,” jelas Mukhlis.
Bulog Targetkan Serap 3.000 Ton pada Desember
Menghadapi musim panen mendatang, Bulog berharap kondisi cuaca tetap mendukung agar petani tidak mengalami gagal panen.
Jika panen November dan Desember berjalan sesuai harapan, Bulog Lubuklinggau akan mengoptimalkan penyerapan hasil produksi petani lokal.
Mukhlis menargetkan penyerapan beras dapat mencapai 3.000 ton pada Desember 2026. Target tersebut diharapkan mampu memperkuat ketersediaan stok beras menjelang akhir tahun.
“Insyaallah kalau hujan ini masih terus berjalan harapan kami tidak ada gagal panen di masyarakat. Jadi harapan untuk di bulan Desember nanti tembus 3.000 ton untuk di akhir tahun ini,” pungkasnya.





