Ratusan Mahasiswa Sumsel Geruduk Kantor Gubernur, Soroti Kabut Asap dan Karhutla

oleh -79 Dilihat
Kabut Asap Ganggu Pendidikan, Mahasiswa Sumsel Desak Pemerintah Bertindak. (Foto: Ilustrasi AI)

SILTV.COM – Ratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Sumatera Selatan (Sumsel) dijadwalkan menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Sumsel, Senin (5/10/2026).

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk perhatian mahasiswa terhadap persoalan kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Sumsel, khususnya Kota Palembang, yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Aksi dijadwalkan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Massa aksi berasal dari sejumlah kampus, di antaranya mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang dan Universitas Sriwijaya (Unsri).

Dari seruan aksi yang beredar, jumlah peserta yang diperkirakan hadir mencapai ratusan orang. Massa dari sejumlah kampus juga dijadwalkan berkumpul di lokasi yang sama untuk menyampaikan aspirasi terkait penanganan kabut asap dan karhutla di Sumsel.

Dalam aksi tersebut, terdapat sejumlah persoalan yang menjadi sorotan mahasiswa. Salah satunya berkaitan dengan evaluasi terhadap langkah pemerintah dalam menangani karhutla yang berdampak terhadap kualitas udara dan aktivitas masyarakat.

Tiga Tuntutan Utama

Dalam seruan aksi, mahasiswa membawa tiga poin tuntutan utama kepada pemerintah daerah.

Pertama, mahasiswa meminta adanya evaluasi serta pertanggungjawaban terhadap penanganan karhutla di Sumsel.

Mahasiswa mendorong adanya keterbukaan mengenai kinerja operasional penanggulangan karhutla, termasuk langkah pencegahan, penanganan di lapangan hingga upaya pemulihan setelah terjadinya kebakaran.

Selain itu, pemerintah daerah juga didorong melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan yang berkaitan dengan pencegahan dan penanggulangan karhutla, termasuk dampaknya terhadap masyarakat.

Tuntutan kedua berkaitan dengan perlindungan hak pendidikan anak di tengah kondisi kabut asap.

Mahasiswa meminta pemerintah memastikan keselamatan peserta didik, khususnya anak-anak usia PAUD hingga sekolah dasar, apabila kondisi kualitas udara tidak memungkinkan untuk menjalani kegiatan belajar secara normal.

Salah satu langkah yang didorong adalah penerapan pembelajaran jarak jauh secara efektif. Namun, pelaksanaannya juga dinilai perlu memperhatikan siswa yang mengalami keterbatasan akses internet, listrik maupun perangkat pembelajaran.

Tuntutan ketiga berkaitan dengan transparansi penggunaan bantuan Presiden sebesar Rp100 miliar untuk penanganan karhutla di Sumsel.

Mahasiswa meminta pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah penerima bantuan membuka informasi mengenai proses pencairan, pengalokasian, penggunaan, pengadaan, realisasi hingga pertanggungjawaban dana tersebut.

Keterbukaan tersebut dinilai penting agar penggunaan anggaran dapat diketahui publik dan diarahkan untuk mendukung penanganan karhutla serta perlindungan masyarakat yang terdampak.

Digelar Bersamaan

Aksi mahasiswa dari sejumlah kampus tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari dan lokasi yang sama.

Selain mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang, mahasiswa Universitas Sriwijaya juga dijadwalkan turun menyampaikan aspirasi di depan Kantor Gubernur Sumsel.

Jumlah pasti massa yang akan mengikuti aksi belum dapat dipastikan. Peserta aksi dari Unsri disebut berasal dari lingkungan kampus yang berada di Indralaya maupun Palembang.

Aksi tersebut mengangkat isu kabut asap dan penanganan karhutla yang hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat Sumatera Selatan.

Seruan aksi yang beredar juga menggunakan tagar #DaruratSumselBerasap sebagai bentuk penekanan terhadap kondisi kabut asap dan dampaknya terhadap masyarakat.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menyampaikan aspirasi secara terbuka terkait penanganan karhutla, perlindungan kesehatan masyarakat, keberlangsungan pendidikan anak serta transparansi penggunaan anggaran penanggulangan bencana.

Rangkaian aksi dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di depan Kantor Gubernur Sumatera Selatan pada Senin (5/10/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.