Bocah 9 Tahun Tenggelam di Sungai Komering Ditemukan Meninggal, Jasad Berjarak 4 Km

oleh -34 Dilihat
Rapi Pratama yang Tenggelam di Sungai Komering Akhirnya Ditemukan, Kondisi Meninggal. (Foto: Dok. Tim SAR)

SILTV.COM – Setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih satu hari, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Rapi Pratama Bin Mustawa (9), bocah yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Sungai Komering, Desa Riang Bandung, Kecamatan Madang Suku II, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.

Rapi ditemukan pada Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan mengapung di wilayah Desa Sukanegara, yang berjarak sekitar 4 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam.

Penemuan tersebut mengakhiri proses pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan sejak korban dinyatakan hilang di Sungai Komering.

Setelah berhasil ditemukan, petugas langsung melakukan evakuasi terhadap jasad korban. Selanjutnya, korban dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, SE, menyampaikan duka cita kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi.

“Kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Raymond.

Raymond juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR Gabungan serta masyarakat yang turut membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan.

Menurutnya, sinergi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban.

Dengan korban telah ditemukan dan diserahkan kepada keluarga, operasi pencarian dan pertolongan terhadap Rapi Pratama secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup.

Kantor SAR Palembang turut mengingatkan masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan ketika beraktivitas di sekitar sungai maupun wilayah perairan.

Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain di sekitar sungai tanpa pendampingan.

“Utamakan keselamatan dan jangan mengambil risiko saat berada di sekitar perairan. Kewaspadaan kita dapat mencegah terjadinya kecelakaan dan musibah,” pungkas Raymond.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.