Herman Deru Cek Gajah di Tengah Karhutla Padang Sugihan, Tak Ada yang Cedera

oleh -50 Dilihat
oleh
Karhutla Lahap 2.000 Hektare Padang Sugihan, Herman Deru Cek Kondisi Gajah. (Foto: Dok. Humas Pemprov Sumsel)

SILTV.COM – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meninjau langsung Pusat Konservasi Gajah (PKG) Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Kabupaten Banyuasin, di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi gajah binaan maupun gajah liar serta habitatnya tetap aman meski kebakaran telah melanda kawasan konservasi tersebut.

Berdasarkan informasi di lapangan, lebih dari 2.000 hektare lahan di kawasan konservasi terdampak karhutla sejak musim kemarau berlangsung. Luas keseluruhan kawasan konservasi Padang Sugihan sendiri mencapai sekitar 80.000 hektare.

Dalam kunjungannya, Herman Deru juga melihat langsung proses pemadaman karhutla di kawasan hutan konservasi, tepatnya di wilayah Desa Tirto Harjo.

Sejumlah unsur terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut. Mereka terdiri dari Manggala Agni Banyuasin, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, TNI, Polri, masyarakat, hingga para pawang gajah.

Petugas terus melakukan pemadaman, baik siang maupun malam hari. Penanganan menjadi lebih sulit karena sebagian wilayah yang terbakar memiliki karakteristik lahan gambut sehingga membutuhkan upaya ekstra agar api tidak kembali muncul.

Meski kebakaran melanda area yang cukup luas, Herman Deru memastikan kondisi gajah di kawasan tersebut masih terjaga.

“Alhamdulillah gajahnya tidak ada yang kena api, gajahnya tidak ada yang cedera,” kata Herman Deru.

Selain keselamatan satwa, Deru memastikan kebutuhan pangan bagi gajah di kawasan konservasi masih tersedia. Kondisi tersebut dinilai penting agar keberlangsungan hidup satwa tetap terjamin selama musim kemarau.

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru turut memberikan apresiasi kepada seluruh petugas yang berada di lapangan. Menurutnya, upaya penanganan karhutla tidak hanya bertujuan memadamkan api, tetapi juga melindungi habitat serta ekosistem yang berada di kawasan konservasi.

Deru meminta para petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla mendapatkan bantuan berupa uang semangat sebesar Rp150.000 per hari.

“Mau Manggala Agni, TNI, Polri, masyarakat umum, lapor ya ke BPBD dengan buktinya ada uang semangat itu dari gubernur,” ujarnya.

Menurut Deru, seluruh unsur yang terlibat memiliki peran penting dalam menghadapi karhutla, terlebih kebakaran terjadi di kawasan yang memiliki lahan gambut.

Ia menilai perlindungan kawasan konservasi harus dilakukan bersamaan dengan upaya pemadaman dan pencegahan karhutla. Dengan langkah tersebut, habitat gajah dan satwa liar lainnya diharapkan tetap terlindungi dari dampak kebakaran.

Deru juga mengapresiasi dedikasi petugas yang tetap bertahan di lapangan untuk mengendalikan api meski menghadapi kondisi medan yang tidak mudah.

“Kerja keras seluruh unsur sangat penting untuk menjaga kawasan konservasi dan keselamatan satwa,” demikian inti penyampaian Deru dalam kunjungan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.